Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pakai Baju Bekas Bisa Kurangi Sampah? Salah Kaprah!

Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia menyebut pakai baju bekas bisa kurangi sampah adalah salah kaprah.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 09 Juni 2022  |  00:04 WIB
Pakai Baju Bekas Bisa Kurangi Sampah? Salah Kaprah!
Pakaian bekas
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Paradigma yang berkembang di masyarakat bahwa menggunakan baju bekas dapat mengurangi sampah dinilai salah kaprah.

Menurut Direktur Eksekutif Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (Ikatsi) Riza Muhidin, tren membeli pakaian bekas atau yang juga dikenal dengan istilah thrift shopping justru berbahaya.

Dia menilai fenomena thrift shopping memiliki dua bahaya. Pertama, membahayakan kesehatan masyarakat karena pakaian bekas belum tentu higienis.

Kedua, mengancam industri tekstil karena impor pakaian bekas berpotensi mematikan bisnis di sektor tersebut, terutama akibat tidak jelasnya alur importasi pakaian bekas.

"Kami tidak tahu asal mula pakaian bekas itu dari mana, bisa jadi dari tempat pembuangan. Tentu, pakaian bekas ini bisa menularkan penyakit,” kata Riza seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (8/6/2022).

Selain itu, sambungnya, adanya potensi pasar domestik dipenuhi dengan pakaian bekas dapat membuat industri tekstil dalam negeri tidak tumbuh dan tidak terserapnya tenaga kerja secara optimal.

“Bisa dibayangkan kalau fenomena ini terus berlanjut. Berapa banyak pakaian bekas yang akan datang ke Indonesia? Bisa-bisa Indonesia menjadi tempat pembuangan pakaian bekas dari seluruh dunia," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tekstil Industri Tekstil baju bekas
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top