Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Buah IA-CEPA, Menaker: Penempatan PMI di Australia Segera Terealisasi

Kerja sama IA-CEPA turut memberikan dampak positif terhadap ketenagakerjaan. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah optimis pada tahun ini Austrlias dapat membuka pintu penempatan PMI.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 07 Juni 2022  |  16:42 WIB
Buah IA-CEPA, Menaker: Penempatan PMI di Australia Segera Terealisasi
Menaker Ida Fauziyah dalam konferensi pers virtual Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang dipantau dari Jakarta pada Senin (12/4/2021). - Antara\r\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Buah kerja sama antara Indonesia dengan Australia bukan hanya menguntungkan di sektor perdagangan, tetapi juga pada daya saing tenaga kerja Indonesia.

Pada dasarnya, kerja sama Indonesia-Australia-Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) merupakan persetujuan kemitraan ekonomi dengan tujuan mendongkrak kinerja perdagangan kedua negara pada tahun ini.

Pemerintahan baru Australia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Anthony Albanese telah menimbulkan optimisme baru bagi pemerintah Indonesia, khususnya bagi dunia ketenagakerjaan.

Letak geografis Indonesia yang rapat dengan Australia memberikan peluang besar bagi penempatan tenaga kerja ke Negeri Kanguru tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyampaikan rasa optimisnya terhadap kerja sama tersebut dalam menyerap tenaga kerja terlatih.

"Kami optimis Australia dapat membuka pintu lebih luas bagi tenaga kerja Indonesia. Bidang-bidang seperti agrikultur, pertambangan, mekanik, dan hospitality [perhotelan/restoran] perlu kita eksplorasi agar dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja yang terlatih dari Indonesia," ujar Ida dalam keterangan resmi Kemenaker, Selasa (7/6/2022).

Saat ini Nota Kesepahaman (MoU) antar kedua negara untuk penempatan di sektor agrikultur tengah dibahas. Menaker pun akan terus mendorong agar prosesnya dipercepat sehingga penempatan pekerja migran indonesia (PMI) di Australia segera terealisasi.

"Kunjungan PM Albanese kepada Pak Joko Widodo semakin membuat kami ingin merealisasikan penempatan tenaga kerja ke Australia. Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat disepakati," tambahnya.

Menaker juga menjamin penempatan ke Australia nanti hanya akan diisi oleh tenaga terampil. Kompetensi calon pekerja migran merupakan fokus utama Kemenaker. Perbaikan soft skill dan kemampuan berkomunikasi PMI juga ditekankan, di samping tentu kompetensi teknis.

Melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah pusat, daerah, swasta, dan komunitas, Ida yakin kualitas tenaga kerja Indonesia tidak akan mengecewakan.

Hingga April 2022, data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat Taiwan, Hongkong, Jepang, Turki, dan Singapura menjadi lima negara penempatan tertinggi.

Status pekerjaan PMI sejauh ini masih didominasi pekerja informal. Tercatat penempatan PMI 2022 hingga April jumlah pekerja formal sebanyak 16.991 (47,79 persen) dan pekerja informal sejumlah 18.561 orang (52,21 persen).

Maka demikian, kehadiran IA-CEPA bukan hanya mendatangkan keuntungan di sektor perdagangan, juga ketenagakerjaan yang semakin memperluas penempatan PMI dan juga menambah jumlah lapangan pekerjaan.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menaker Kemenaker pekerja migran Pekerja Migran Indonesia
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top