Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Wabah PMK, Hewan Kurban Aman? Ini Kata Mentan

Ketersediaan hewan kurban bukan berasal dari daerah zona merah atau terkonfirmasi penyakit mulut dan kuku (PMK) hasil laboratorium sebanyak 1.731.594 ekor. Oleh karena itu, Sahrul memastikan pasokan hewan kurban cukup.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 23 Mei 2022  |  16:07 WIB
Ilustrasi Hewan Kurban - Bisnis/Haffiyan.
Ilustrasi Hewan Kurban - Bisnis/Haffiyan.

Bisnis.com, JAKARTA-Kementerian Pertanian (Kementan) mempersiapkan hewan kurban untuk Iduladha 1443 Hijriyah sebesar 1.722.982 ekor . Angka ini meningkat 5-6 persen dibanding tahun 2021 yakni 1.640.935 ekor.

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ketersediaan hewan kurban bukan berasal dari daerah zona merah atau terkonfirmasi penyakit mulut dan kuku (PMK) hasil laboratorium sebanyak 1.731.594 ekor. Oleh karena itu, Syahrul memastikan pasokan hewan kurban cukup.

“Saat ini sedang dilakukan sosialisasi pendataan PMK kepada pedagang hewan kurban oleh seluruh dinas kabupaten/kota yang dibekali petunjuk teknis, pelaksanaan pemotongan kurban untuk dipedomani,” ujar Syahrul dalam Raker bersama DPRI Komisi IV, Bulog dan PT Berdikari, Senin (23/5/2022).

Adapun hewan ternak yang disiapkan untuk hewan kurban yakni kerbau, sapi, kambing dan domba.

Penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali terjadi lagi di Indonesia, setelah sejak 1990 negara ini dinyatakan bebas penyakit ternak tersebut. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan berdasarkan laporan hingga 17 Mei 2022, PMK telah menyebar ke 15 Provinsi dan 52 Kabupaten/Kota.

"Dari total populasi ternak di 15 Provinsi itu 13,8 juta ekor, ternak yang terdampak 3,9 juta ekor dan mengalami sakit berdasarkan hasil Swab PCR di laboratorium ada 13.000 ternak atau 0,36% dari populasi ternak yang terdampak," jelas Syahrul.

Berdasarkan paparan yang disampaikan, ke 15 provinsi itu adalah Aceh, Bangka Belitung, Banten, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top