Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonomi China Melambat, CORE: Indonesia Masih Surplus, Tapi ..

CORE Indonesia memperkirakan surplus berada di kisaran US$4,1 miliar hingga US$4,2 miliar, sedikit lebih lambat dibandingkan kondisi surplus di bulan sebelumnya.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 16 Mei 2022  |  11:40 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memprediksi neraca perdagangan Indonesia pada April 2022 masih mengalami surplus.

Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet memperkirakan surplus berada di kisaran US$4,1 miliar hingga US$4,2 miliar, sedikit lebih lambat dibandingkan kondisi surplus pada bulan sebelumnya.

Dari sisi ekspor, pertumbuhan ekspor akan berada di kisaran 35 hingga 40 persen secara (year-on-year/yoy).

"Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan harga komoditas seperti CPO dan batu bara yang mengalami peningkatan di April kemarin," kata Yusuf kepada Bisnis, Senin (16/5/2022).

Namun, perlambatan ekspor juga dipengaruhi oleh permintaan dari China yang sedikit melambat akibat penyebaran kasus Covid-19 yang mengalami peningkatan.

Mengenai pelarangan ekspor bahan baku minyak goreng, Yusuf mengatakan pelarangan tersebut sudah berpengaruh terhadap kinerja ekspor pada April 2022. Tetapi, belum berpengaruh secara penuh lantaran kebijakan pelarangan tersebut baru diberlakukan pada akhir April lalu.

Kemudian dari sisi impor, pertumbuhan juga masih terjadi di kisaran 30 sampai 35 persen secara tahunan. Peningkatan impor, kata Yusuf, disebabkan oleh peningkatan permintaan masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan selama bulan Ramadan.

Hal yang perlu diwaspadai kedepannya adalah dampak dari pelarangan ekspor CPO. Selain itu, Yusuf mengingatkan bahwa harga komoditas yang lain juga berpotensi mengalami peningkatan, seiring dengan masih tingginya ketidakpastian akibat konflik geopolitik Rusia-Ukraina dan dampak setelah konflik tersebut berakhir. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan ekspor impor ekspor cpo surplus perdagangan larangan ekspor sawit
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top