Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Peran Milenial di Pergeseran Pasar Properti di Indonesia

Tren pergeseran properti menuju ke segmen kelas menengah yang lebih terjangkau disebabkan karena perubahan gaya hidup konsumen properti saat ini dan kenaikan harga material
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 29 April 2022  |  17:52 WIB
Ilustrasi - Deretan perumahan.  - Antara Foto/Oky Lukmansyah/pd
Ilustrasi - Deretan perumahan. - Antara Foto/Oky Lukmansyah/pd

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengakui adanya pergeseran tren pembelian properti di Indonesia. Kondisi itu tampak dari data penjualan properti pada paruh pertama tahun ini. 

Adapun berdasarkan data dari Indonesia Property Watch (IPW), pada kuartal I/2022 terdapat penurunan nilai penjualan properti sebesar 14,5 persen dibandingkan dengan kuartal I/2021.

Hal ini disebabkan karena adanya pergeseran pasar konsumen menuju segmen yang lebih rendah, yakni, dari segmen menengah atas dengan harga di atas Rp1 miliar menuju ke segmen menengah dengan harga rumah Rp500 juta - Rp1 miliar. Situasi ini menyebabkan permintaan properti kelas menengah naik 35,9 persen.

Totok menyebutkan, hal itu tak lepas dari pergeseran konsumen properti yang saat ini didominasi oleh masyarakat dari generasi milenial.

“Saat ini market properti didominasi generasi milenial dengan kontribusi sebanyak 65 persen. Mereka lebih memilih rumah yang lebih kecil, dengan alasan kepraktisan,” papar Totok kepada Bisnis, Jumat (29/04/2022).

Menurut Totok, pergeseran gaya hidup kaum milenial dibandingkan dengan generasi terdahulu menyebabkan pergeseran jenis properti.

“Generasi milenial banyak mengutamakan leisure seperti traveling, sehingga mereka memilih jenis rumah menyesuaikan dengan kemampuan [finansial] dan kebutuhan. Alhasil mereka memilih rumah dengan kisaran harga Rp500 juta – 1 miliar,” terang Totok.

Melihat besarnya potensi pasar properti dari generasi milenial, Totok menyarankan agar pengembang jeli menangkap peluang ini.

Developer perlu melihat kesempatan dan meng-grab market yang ada, dalam hal ini generasi milenial. Setelah dua tahun pandemi, kita butuh kelancaran cash-flow. Pendapatan generasi milenial cenderung stabil, ini dapat menjadi potensi bagi para pengembang,” sambungnya.

Selain pergeseran konsumen, kenaikan harga material juga mempengaruhi pergeseran segmen properti.

“Sekarang harga material naik, akibat perang Rusia yang merupakan lokasi transportasi material. Sehingga harga material yang selama dua tahun stabil, meningkat. Harga properti di seluruh dunia naik, di Singapura dan Amerika sudah naik di atas 30 persen. Di Indonesia properti diperkirakan naik, sehingga menyebabkan konsumen memilih harga properti yang lebih terjangkau,” urai Totok.

Kendati demikian, Totok menyarankan agar masyarakat membeli properti saat ini, dengan memanfaatkan momentum berlakunya insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP).

“Selagi PPN DTP masih berlaku, inilah saat yang tepat bagi konsumen untuk membeli properti,” tutupnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumahan rei penjualan properti bahan bangunan rumah milenial
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top