Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Siap-Siap! Pemerintah Bangun 5 Juta Rumah Murah Buat MBR

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun 5 juta unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan perumahan subdisi di kawasan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/1/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan perumahan subdisi di kawasan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/1/2022). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan 5 juta unit rumah dalam waktu lima tahun. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian PUPR mendorong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) agar dapat memiliki akses rumah layak huni.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fatah.

“Sasaran kami untuk bisa membangun rumah menjadi 5 juta rumah dalam lima tahun dan dukungan pemerintah setiap tahun terus meningkat termasuk tahun ini,” ujar Zainal dalam keterangan resmi, Senin (18/04/2022).

Zainal mencatat, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah layak huni di berbagai daerah. Dengan demikian pemerintah akan terus meningkatkan jumlah rumah tangga yang dapat menghuni rumah layak dari 56,75 persen menjadi 70 persen pada 2020-2024.

Untuk mempercepat realisasi akses perumahan layak, Kementerian PUPR memberikan sejumlah bantuan pembiayaan perumahan. Pada 2022, Kementerian PUPR menyediakan beberapa program bantuan pembiayaan perumahan, seperti program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp23 triliun untuk 200.000 unit rumah, mengadakan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebesar Rp888,46 miliar untuk 22.586 unit rumah, serta memfasilitasi pembiayaan perumahan melalui BP Tapera sebesar Rp9,81 triliun untuk 109.000 unit rumah.

Sementara itu, di wilayah perkotaan pemerintah mendorong pembangunan rumas susun layak huni dengan harga terjangkau. Rumah susun tersebut diperuntukkan bagi masyarakat, utamanya generasi milenial yang belum memiliki rumah. Pasalnya, pada 2030, 60 persen penduduk Indonesia akan dikuasai usia produktif dalam hal ini milenial dan ini menjadi tantangan baru.

“Untuk wilayah perkotaan kami mendukung dibangunnya hunian vertikal dan dengan konsep transportasi massal,” pungkasnya.

Sebagai catatan, pada tahun 2022 Ditjen Perumahan memiliki anggaran sebesar Rp5,208 triliun, menganggarkan Rp2,007 triliun untuk pembangunan 5.141 unit rumah susun, serta Rumah khusus sebanyak 2.872 unit, rumah swadaya sebanyak 90.196 unit, dan rumah umum sebesar 20.500 unit.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper