Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Minyak Goreng Subsidi Masih Langka, Ini Penyebab yang Ditemukan Menperin

Kendala penyaluran minyak goreng ada di setiap lini, baik produksi di tingkat pabrikan, distribusi di tingkat distributor pertama dan kedua (D1 dan D2) maupun di tingkat pengecer.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 13 April 2022  |  16:53 WIB
Seorang pengunjung memilih minyak goreng yang dijual di supermarket di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (23/12/2021).  - Antara Foto/Jessica Helena Wuysang/hp.rn
Seorang pengunjung memilih minyak goreng yang dijual di supermarket di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (23/12/2021). - Antara Foto/Jessica Helena Wuysang/hp.\r\n

Bisnis.com, TANGERANG - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan inspeksi distribusi minyak goreng curah bersubsidi ke salah satu distributor tingkat pertama (D1) di Cibadak, Kabupaten Tangerang, Banten.

Agus menengarai masih ada rembesan minyak goreng curah yang mengalir ke proses pengemasan ulang atau repacking, dan bahkan dijual ke industri menengah dan besar.

Dalam inspeksi tersebut distributor menyatakan bahwa pasokan dari produsen atau supplier masih tersendat dan belum bisa memenuhi kebutuhan harian yang melonjak tinggi jelang Lebaran ini. Agus mengatakan kendala penyaluran minyak goreng ada di setiap lini, baik produksi di tingkat pabrikan, distribusi di tingkat distributor pertama dan kedua (D1 dan D2) maupun di tingkat pengecer.

"Kalaupun produsen sudah patuh, memproduksi sesuai yang kami tugaskan, kemudian yang harus kami periksa, barangnya ke mana, apakah ke distributor atau merembes ke tempat lain, kemungkinan besar repacking atau masuk ke industri," katanya di lokasi inspeksi, Rabu (13/4/2022).

Di tingkat produsen, dia telah menyurati 24 pabrikan yang belum memenuhi kewajiban produksi sesuai penugasan. Dari jumlah tersebut, sampai hari ini ada enam pabrikan yang sama sekali belum berproduksi.

"Ada yang masih nol [produksi] per hari ini, ada sekitar enam [pabrikan]. Kemungkinan mereka sudah produksi tetapi belum diinput di Simirah [Sistem Informasi Minyak Goreng Curah]," ujarnya.

Dari volume penugasan produksi 194.000 ton minyak goreng curah untuk April 2022, per hari ini produsen telah memenuhi 80.000 ton, sebagaimana dilaporkan di Simirah. Dengan jumlah tersebut, rata-rata produksi per hari mencapai 6.100 ton, hampir memenuhi kebutuhan nasional yang berkisar 7.000 hingga 7.7000 ton.

Namun, verifikasi data produksi juga masih diperlukan. Selain itu, aliran distribusi dari produsen hingga tingkat pengecer juga perlu diawasi.

"Ini yang harus kami periksa 80.000 ton ini kemana, ke D1 atau ke tempt lain, apakah benar 80.000 ton [produksinya], ini juga harus kami periksa," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenperin minyak goreng Agus Gumiwang
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top