Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pasar Pakain Muslim Diperkirakan Mencapai US$311 Miliar, Peluang Buat Indonesia

Dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia di 2024, kondisi ini sebagai pendorong bagi pelaku usaha khususnya yang bergerak di bidang mode muslim untuk terus melebarkan usahanya.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 06 April 2022  |  15:42 WIB
Pasar Pakain Muslim Diperkirakan Mencapai US$311 Miliar, Peluang Buat Indonesia
Ilustrasi Pakaian Muslim - Leny Rafael
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan memprediksi di 2024 penduduk muslim dunia akan berbelanja di sektor pakaian sebesar US$311 miliar.

Direktur Jenderal PEN Didi Sumedi menyampaikan pada 2019 berdasarkan data dari "State of The Global Islamic Report", tercatat dari 1,91 miliar penduduk muslim dunia menghabiskan uang sebanyak US$277 untuk belanja pakaian. Nilai tersebut diprediksi naik setiap tahunnya sebesar 2,4 persen menjadi US$311 miliar pada 2024. 

“Meskipun belum diketahui kategori belanja tersebut, tapi dengan nilai yang diprediksi, memiliki potensi besar terhadap prospek mode muslim Indonesia di [pasar] dunia,” kata Didi dalam acara "Education As Pillar For Sustainable Fashion", Rabu (6/4/2022).

Terlebih lagi, pemerintah berkeinginan menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia pada 2024. Hal itupun harus jadi dorongan bagi pelaku usaha khususnya yang bergerak di bidang mode muslim untuk terus melebarkan usahanya. 

Data dari Kemendag terkait ekspor pakaian jadi (HS 62) di periode Januari hingga Februari 2022 tercatat meningkat sekitar 36 persen dari periode yang sama di 2021 atau year-on-year (yoy). 

Founder Buttonscarves Linda Anggrea, salah satu produsen mode muslim, melihat masih besarnya prospek mode muslim di Indonesia dan secara global. Sambutan masyarakat terhadap mode muslim masih hangat dan luar biasa antusiasnya.

Linda mengatakan saat ini masih sedikit supplier atau merk yang dapat memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Dia mendukung brand lokal untuk dapat mengalahkan merk internasional, salah satunya dengan bangga menggunakan buatan Indonesia. 

Bahkan di kondisi pandemi saat ini, ungkap Linda, kinerja penjualannya tumbuh hingga tiga kali lipat. Hal ini dapat terlihat juga dari masyarakat muslim yang semakin minat terhadap mode tersebut.

“Justru di pandemi ini kita tumbuh sangat tinggi dan saya percaya dengan pandemi berakhir kita bisa makin tumbuh lagi. Bisa kita lihat, Indonesia sebagai komunitas penduduk muslim terbesar dunia,” ujar Linda. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor pakaian produk halal PAKAIAN MUSLIMAH
Editor : Kahfi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top