Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Diam-diam Beli LNG dari Rusia, Manfaatkan Diskon Besar

Beberapa perusahaan BUMN China seperti Sinopec dan PetroChina tengah dalam pembicaraan dengan para pemasok untuk membeli spot kargo dari Rusia dengan harga diskon besar.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 04 April 2022  |  19:49 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping - The Moscow Times
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping - The Moscow Times

Bisnis.com, JAKARTA - China diam-diam mencari tambahan gas alam cair (LNG) dari Rusia, memanfaatkan momentum harga murah karena komoditasnya dijauhi oleh banyak negara di pasar spot.

Mengutip Bloomberg, Senin (4/4/2022), berdasarkan sumber anonim yang mengetahui masalah itu, beberapa perusahaan BUMN China seperti Sinopec dan PetroChina tengah dalam pembicaraan dengan para pemasok untuk membeli spot kargo dari Rusia dengan harga diskon besar.

Alih-alih berpartisipasi langsung, beberapa importir tengah mempertimbangkan menggunakan nama perusahaan Rusia untuk berpartisipasi pada lelang pembelian LNG.

Hal itu sebagai modus menyembunyikan rencana pengadaan dari pemerintah negara lain.

Perlu diketahui, para importir LNG menghindari kargo dari Rusia karena takut terkena sanksi atau merusak reputasinya seiring dengan invasi di Ukraina dan tekanan dari Uni Eropa.

PetroChina menolak memberikan komentar terkait hal ini. Sementara Sinopec belum memberikan respons.

Sementara itu dari sisi minyak, modus yang sama juga terjadi. Beberapa kilang minyak China diam-diam membeli minyak mentah Rusia yang tidak diinginkan oleh negara lain.

Sejumlah pengapalan LNG sudah dibeli oleh importir China dalam beberapa pekan.

LNG Rusia diperdagangkan dengan harga diskon 10 persen di pasar spot Asia Utara. Harga spot untuk minyak super dingin LNG melonjak ke level rekor pada bulan lalu setelah perang di Ukraina pecah.

Hal itu telah memperketat suplai seiring dengan pemulihan konsumsi global. China sebenarnya tidak terlalu membutuhkan LNG karena cuaca sudah lebih sejuk dan kekhawatiran lockdown telah membatasi permintaan spot.

Namun, harga diskon untuk gas dari Rusia dapat membantu menambah tangki penyimpanan sebelum harga naik lagi pada musim panas ini.

Berdasarkan pernyataan dari para trader, pembeli LNG dari China tengah mencari kargo melalui diskusi bilateral agar tidak menarik perhatian di pasar spot.

Para importir juga tetap hati-hati dan memilih untuk menahan pembelian skala besar. Dengan begitu, perusahaan China seolah menerima pengiriman gas dari Rusia melalui kontrak jangka panjang.

Perusahaan China juga menghindari partisipasi dari kantor satelit di London hingga Singapura, untuk menghindari potensi masalah dengan pemerintah negara lain. Hal ini mengingat kebanyakan perdagangan LNG untuk China berada di luar negeri.

Namun, di antara pemain China masih harus berjuang untuk mendapatkan jaminan kredit dari perbankan untuk membeli tambahan spot kargo dari Rusia, terutama untuk perusahaan kecil.

Kebanyakan perusahaan di Singapura enggan memberikan bantuan. Hanya importir China terbesar yang dapat menggunakan skema open credit yang bisa mendapat pra persetujuan dari bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china lng Perang Rusia Ukraina
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top