Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Surplus APBN Februari 2022 Melambat, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa pada Februari 2022, APBN mencatatkan surplus Rp19,7 triliun. Nilainya setara dengan 0,11 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 28 Maret 2022  |  17:52 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Keuangan, Senin (5/10/2021) -  Biro KLI / Kemenkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Keuangan, Senin (5/10/2021) - Biro KLI / Kemenkeu

Bisnis.com, JAKARTA — Anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN mencatatkan surplus 0,11 persen pada Februari 2022, membaik dari posisi tahun lalu yang masih defisit tetapi melambat dari posisi bulan sebelumnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa pada Februari 2022, APBN mencatatkan surplus Rp19,7 triliun. Nilainya setara dengan 0,11 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menurutnya, posisi defisit APBN per Februari 2022 berbalik positif dibandingkan dengan Februari 2021 yang defisit Rp63,3 triliun. Menurut Sri Mulyani, hal tersebut menjadi sinyal positif terhadap kondisi keuangan negara.

"APBN kita kalau dilihat pada Februari 2022 yang penerimaannya tumbuh dan belanja tertahan, ini cukup bagus. Namun, ini belum menggambarkan keseluruhan cerita tahun 2022, perjalanan masih cukup panjang dan masih cukup dinamis yang harus kita antisipasi," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA, Senin (28/3/2022).

Posisi surplus APBN pada Februari 2022 melambat dari Januari 2022 yang surplus 0,16 persen. Pada bulan pertama tahun ini, surplus tercatat senilai Rp28,9 triliun atau setara dengan 0,16 persen terhadap APBN.

Kondisi surplus APBN pada Februari 2022 terjadi karena pendapatan negara mencapai Rp302,4 triliun dan belanja negara Rp282,7 triliun. Pendapatan negara tercatat tumbuh hingga 37,7 persen (year-on-year/YoY) dan belanja negara turun tipis 0,1 persen (YoY).

Keseimbangan primer pada Februari 2022 tercatat surplus Rp61,7 triliun, berbalik membaik dibandingkan dengan Februari 2021 yang negatif Rp22,9 triliun.

Adapun, APBN per Februari 2022 masih mencatatkan sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) senilai Rp103,7 triliun. Nilainya berkurang dari Februari 2021 senilai Rp211,5 triliun tetapi naik dari posisi Januari 2022 senilai Rp25,9 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn sri mulyani
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top