Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NATO Beraksi, Menkeu AS Ingatkan Sanksi China Tidak Diperlukan

Pernyataan Menteri Keuangan AS soal sanksi untuk China tersebut muncul ketika para pemimpin NATO meningkatkan upaya mereka untuk memperingatkan China agar tidak memungkinkan serangan Rusia ke Ukraina.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 27 Maret 2022  |  14:50 WIB
Menteri Keuangan perempuan pertama di Amerika Serikat Janet Yellen -  Bloomberg
Menteri Keuangan perempuan pertama di Amerika Serikat Janet Yellen - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Janet Yellen menegaskan bahwa dirinya tidak yakin bahwa Amerika Serikat (AS) harus menjatuhkan sanksi terhadap China karena hubungannya dengan Rusia.

“Saya tidak berpikir itu perlu atau pantas,” kata Menteri Keuangan ujarnya dalam wawancara yang dikutip dari CNBC Internasional. “Pejabat senior administrasi berbicara secara pribadi dan diam-diam dengan China untuk memastikan bahwa mereka memahami posisi kami.”

“Kami akan sangat prihatin jika mereka memasok senjata ke Rusia, atau mencoba menghindari sanksi yang kami berikan pada sistem keuangan Rusia dan bank sentral,” katanya. “Kami tidak melihat itu terjadi pada saat ini.”

Pernyataan Menteri Keuangan AS itu muncul ketika para pemimpin NATO meningkatkan upaya mereka untuk memperingatkan China agar tidak memungkinkan serangan Rusia ke Ukraina.

AS dan sekutunya selama berminggu-minggu memperingatkan Beijing bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi berat jika membantu Moskow dengan menyediakan senjata, menawarkan rute perdagangan alternatif, atau membuat kampanye disinformasi.

China belum sepenuhnya mengecam serangan Rusia yang tidak beralasan terhadap tetangganya, dan seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, telah mengeluhkan ekspansi NATO. Para pejabat AS juga mengatakan bahwa Rusia telah meminta bantuan militer dan ekonomi China, tuduhan yang dibantah kedua negara.

Presiden Joe Biden pekan lalu mengancam pemimpin China Xi Jinping dengan konsekuensi yang tidak ditentukan jika Beijing mendukung Moskow saat berusaha merebut ibu kota Ukraina, Kyiv.

Meskipun tidak jelas bagaimana Gedung Putih akan menghukum China, kemungkinan akan meminta Departemen Keuangan untuk memperluas sanksi ekonominya. Dalam wawancara tersebut, Yellen juga menyinggung bagaimana invasi Rusia ke Ukraina dan pandemi Covid-19 telah menekankan pentingnya pengamanan rantai pasokan AS.

“Mungkin bisnis Amerika telah berfokus pada efisiensi dan mengatur rantai pasokan dengan cara yang menurunkan biaya tetapi merusak ketahanan,” katanya. “Dan ketahanan dalam rantai pasokan adalah prioritas utama pemerintah.”

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat Rusia janet yellen
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top