Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pupuk Kaltim Bidik Pasar Ekspor Baru ke Amerika Latin

Peluang ekspor pupuk sangat terbuka peluang seiring banyak produsen petrokimia di Amerika Serikat dan Eropa yang menghentikan produksi karena mahalnya harga gas alam.
Pabrik Pupuk Kaltim 5./JIBI-Istimewa
Pabrik Pupuk Kaltim 5./JIBI-Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Seiring perluasan kapasitas dan diversifikasi usaha, PT Pupuk Kalimantan Timur membidik pasar ekspor baru di luar Asia Pasifik.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Ramhad Pribadi menuturkan peluang itu terbuka ketika banyak produsen petrokimia di Amerika Serikat dan Eropa yang menghentikan produksi karena mahalnya harga gas alam.

Namun demikian, harus diakui bahwa saat ini kapasitas produksi perseroan sudah sepenuhnya terpakai. Sehingga perluasan produksi dan pasar ekspor masih harus menunggu beroperasinya fasilitas produksi baru yang tengah direncanakan perseroan.

"Ada beberapa perusahaan di Amerika yang terpaksa menutup pabrik amoniak karena harga gas yang tinggi sampai US$300 per ton. Karena tutup, maka pasar Amerika Latin terbuka, kami akan penetrasi ke sana," kata Rahmad dalam konferensi pers virtual, Kamis (24/3/2022).

Negara-negara seperti Meksiko dan Brasil akan menjadi tujuan baru ekspor Pupuk Kaltim. Namun, dia juga menggarisbawahi bahwa kecukupan kebutuhan pupuk di dalam negeri tetap yang utama.

Sementara itu, perseroan juga terdampak lonjakan harga komoditas dunia dan konflik Rusia-Ukraina. Ramhad menjelaskan, untuk memproduksi pupuk NPK, perseroan mendatangkan bahan baku fosfor (P) dan kalium (K), salah satunya dari Rusia.

Mengamankan suplai bahan baku, Pupuk Kaltim telah melakukan pembelian di awal 2022 untuk kebutuhan sepanjang tahun ini. Dengan demikian, dia memastikan kondisi stok bahan baku dalam kondisi tercukupi.

Di sisi lain, Rahmad juga mencari alternatif supplier lain baik dari luar negeri maupun sumber lokal. Sumber-sumber bahan baku yang tengah dijajaki antara lain dari Amerika Latin dan Timur Tengah.

Dia juga mengatakan ada kekhawatiran bahwa jika berkepanjangan, perang ini akan menyebabkan negara-negara eksportir bahan baku pupuk menahan pasokannya untuk menjaga kebutuhan dalam negeri. Namun, kondisi itu belum terlihat meski telah diantisipasi.

"Kami belum melihat tapi mengantisipasi, kami membeli lebih awal, jadi bahan baku kami untuk 2022 sudah cukup aman," lanjutnya.

Volume produksi Pupuk Kaltim sepanjang 2021 tercatat sebesar 6,72 juta ton, atau sama dengan perolehan 2020, terdiri atas 3,56 juta ton urea, 217.000 NPK dan 2,94 juta ton amoniak. Adapun, kinerja penjualan Pupuk Kaltim sepanjang 2021 sebesar 4,58 juta ton, terdiri atas 3,49 juta ton urea, 231.000 ton NPK, dan 855.000 amoniak.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper