Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Presdir BNP Paribas Optimistis Tahun 2022 Bawa Berkah untuk Ekonomi Indonesia

Tahun ini disebut bakal membawa berkah bagi perekonomian Indonesia. Apa saja?
Suasana deretan gedung bertingkat di Jakarta, Minggu (6/3/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Suasana deretan gedung bertingkat di Jakarta, Minggu (6/3/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Direktur PT BNP Paribas Asset Management Priyo Santoso optimistis 2022 menjadi tahun yang membawa keuntungan bagi ekonomi Indonesia.

Optimisme ini tidak datang tanpa alasan. Dalam acara World of Wealth ke-18 bertajuk "A Winding Road to Normalcy" pada Kamis (11/3/2022), Priyo membeberkan dua alasan yang membuatnya optimis.

Pertama, dengan rencana Indonesia yang akan beralih menuju endemi, maka mobilitas masyarakat akan lebih longgar. Pada akhirnya, aktivitas bisnis bakal meningkat yang berujung pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi.

Kedua, kondisi harga komoditas yang melambung tinggi, menurutnya sangat menguntungkan bagi Indonesia.

Di tahun 2021, untuk pertama kalinya selama 15 tahun terakhir, Indonesia mencapai surplus neraca perdagangan sebesar US$35,3 miliar.

Dia menjelaskan, surplus perdagangan juga memberikan dampak yang positif terhadap current account deficit. Selama satu dekade terakhir, Indonesia bisa mencapai current account surplus sebesar US$3 miliar atau sekitar 0,3 persen dari GDP Indonesia.

Kondisi-kondisi seperti inilah yang menurut Suryo sangat mendukung terhadap kesempatan ataupun proses investasi  yang ada di pasar modal Indonesia.

Untuk itu, dia berharap pemerintah tetap menjalankan program pembangunan sesuai dengan yang sudah dicanangkan sebelumnya  untuk meningkatkan ekspor.

Dia menilai, peningkatan ekspor di satu sisi dapat membantu menurunkan count deficit stability dari nilai tukar.

Kemudian, dari sektor manufaktur, dengan mengundang Foreign Direct Investment (FDI) maka lapangan pekerjaan akan terbuka lebar, yang dapat meningkatkan konsumsi dan pada akhirnya juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Jadi yang paling penting adalah bagaimana pemerintah tetap menjalankan program pembangunan sesuai dengan planning yang sudah ditetapkan," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper