Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Properti Serap 19 Juta Tenaga Kerja

Industri dan bisnis properti khususnya untuk pembangunan rumah sederhana menggunakan banyak produk dalam negeri.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 11 Maret 2022  |  00:20 WIB
Industri Properti Serap 19 Juta Tenaga Kerja
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan perumahan subdisi di kawasan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/1/2022). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyebutjan daya serap tenaga kerja dalam industri properti pada tahun 2021 mencapai 19 juta orang.

Staf Khusus Menteri Bidang Perumahan Kementerian PUPR Iskandar Saleh mengatakan industri dan bisnis properti khususnya untuk pembangunan rumah sederhana menggunakan banyak produk dalam negeri.

Hal ini berdampak secara nasional tidak menimbulkan beban pada neraca defisit keuangan negara dan menciptakan lapangan kerja berupa tenaga kerja langsung dalam jumlah besar.

"Sebagai gambaran pada tahun 2021 daya serap tenaga kerja langsung dalam industri properti mencapai 19 juta orang," ujarnya dalam diskusi daring, Kamis (10/3/2022). 

Sebagai lokomotif pemulihan ekonomi nasional, sektor properti akan selalu menjadi sektor terdepan baik pada saat ini maupun pada masa yang akan datang.

Industri dan bisnis properti hadir untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia guna beraktivitas di rumah, terlebih lagi pada masa pandemi.

Selain itu industri dan bisnis properti memiliki multiplier effect yang sangat besar, karena mampu menggerakkan sekitar 174 industri mulai dari sektor jasa sampai dengan sektor keuangan. Dengan demikian berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja secara tidak langsung.

"Sebagai gambaran sejalan dengan pertumbuhan ekonomi pada Kuartal IV tahun 2021 yang mencapai 5,02 persen, kontribusi sektor properti mengalami peningkatan 13,1 persen yang bersumber dari sektor konstruksi 10,48 persen dan sektor Real Estate 2,65 persen," tuturnya

Selama pandemi Covid-19, sektor properti juga menjadi salah satu industri yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kendati demikian, pemerintah saat ini masih berupaya agar milenial dan kalangan informal untuk bisa memiliki rumah sendiri. 

"Penyediaan uang muka menjadi kendala utama yang dihadapi sebesar 54 persen, harga properti 29 persen, dan belum siap membeli properti 24 persen," katanya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti tenaga kerja bisnis properti
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top