Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pencurian NFT, Transaksi di OpenSea Langsung Turun Drastis

Perdagangan token yang tidak dapat dipertukarkan atau NFT anjlok dalam beberapa hari terakhir, menurut penyedia data DappRadar. Hal ini terjadi setelah serangan phishing yang membuat para trader kehilangan sekitar US$3 juta.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  07:43 WIB
Warga mengakses situs Opensea, marketplace yang menjual karya non-fungible token (NFT) di Jakarta, Minggu (13/2/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Warga mengakses situs Opensea, marketplace yang menjual karya non-fungible token (NFT) di Jakarta, Minggu (13/2/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Aktivitas marketplace terbesar untuk barang-barang digital OpenSea kemungkinan turun drastis setelah serangan phishing yang membuat para trader kehilangan sekitar US$3 juta.

Dilansir Bloomberg pada Rabu (23/2/2022), perdagangan token yang tidak dapat dipertukarkan atau NFT anjlok dalam beberapa hari terakhir, menurut penyedia data DappRadar.

Volume perdagangan tujuh hari OpenSea turun sampai 37 persen, menurut DappRadar.

Seorang peretas yang tidak dikenal mencuri 254 token dari pengguna OpenSea dengan mengirimkan email yang meminta mereka mentransfer asetnya ke kontrak baru.

Sekitar 17 trader menandatangani kontrak tersebut seperti cek kosong sehingga peretas bisa mengakses seluruh NFT yang disimpan di dompet kriptonya.

Beberapa dari aset tersebut telah dijual, sehingga pelaku mendapatkan keuntungan yang besar.

CEO OpenSea Devin Finzer mengatakan jumlah total aset NFT yang dicuri sebesar US$1,7 juta pada Minggu. Namun, para peneliti memperkirakan pencurian mencapau US$2 juta - US$3 juta.

Di antara NFT yang dicuri termasuk empat Bored Apes. Tiga di antaranya sudah dijual di platform saingannya, LooksRare dengan total nilai US$667.999, menurut data layanan keamanan blockchain PeckShield.

Saat ini, jumlah trader yang menggunakan OpenSea turun 19 persen menjadi sekitar 227.272 dalam 7 hari terakhir, kata DappRadar.

Selama 7 hari, volume perdagangan LooksRare juga turun sekitar 65 persen. Adapun, Blocto Bay naik hingga 215 persen, menurut DappRadar. Sementara itu, OpenSea membantah data yang ditunjukkan oleh OpenSea.

“Sangat tidak bertanggung jawab untuk menarik kesimpulan dalam judul Anda tanpa dukungan teknis atau perbandingan dengan platform lain," ungkap OpenSea dalam sebuah pernyataan.

Untuk lebih akurat, lanjutnya, pengguna bisa merujuk pada data Dune Analytics.

OpenSea mengatakan aktivitas pencuri sudah tidak terlihat dari dompet kriptonya sejak 24 jam terakhir.

Chief Technology Officer OpenSea Nadiv Hollander mengatakan insiden itu menunjukkan perlunya kesadaran yang tinggi tentang masalah keamanan seputar transaksi kripto atau off-chain di antara pedagang NFT.

Dia mengaku bahwa penyerang dapat menipu korban karena migrasi kontrak yang sedang berlangsung.

“Edukasi untuk tidak membagikan seed phrase atau mengirimkan transaksi yang tidak dikenal telah diperluas di lingkungan kami. Namun, menandatangani pesan off-chain membutuhkan pertimbangan yang sama,” kata Hollander.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

NFT OpenSea
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top