Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Swasta Jadi Harapan Pemulihan Ekonomi Nasional

Keterlibatan sektor swasta sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur Tanah Air.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 19 Februari 2022  |  01:30 WIB
Proyek jalan tol layang AP Pettarani ini dioperasikan oleh PT Bosowa Marga Nusantara, dengan kontraktor pelaksana konstruksi adalah PT Wijaya Karya Beton.  - Nusantara Infrastruktur
Proyek jalan tol layang AP Pettarani ini dioperasikan oleh PT Bosowa Marga Nusantara, dengan kontraktor pelaksana konstruksi adalah PT Wijaya Karya Beton. - Nusantara Infrastruktur

Bisnis.com, JAKARTA - Infrastruktur menjadi faktor pendukung penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia lantaran secara tidak langsung mendongkrak permintaan agregat, memfasilitasi kegiatan ekonomi yang lebih besar, hingga mendorong produksi dan konsumsi.

Tidak hanya itu, infrastruktur memiliki peranan yang penting dalam memfasilitasi transformasi ekonomi dan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyampaikan, hanya mengandalkan anggaran pemerintah  tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, sehingga diperlukan keterlibatan dari sektor swasta.

"Ke depan, kami berharap bahwa lebih banyak sektor swasta akan berpartisipasi dalam kemitraan ini untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di negeri ini," kata Febrio Kacaribu dalam seminar virtual Post-Pandemic Infrastructure and Global Public Goods in The G20, Jumat (18/2/2022).

Infrastruktur juga merupakan tulang punggung ekonomi global, namun lanskapnya telah berubah dengan cepat, akibat krisis iklim dan pandemi Covid-19 yang membuat negara-negara kesulitan untuk mencapai target infrastruktur pada 2050.

Pandemi Covid-19 juga telah mengganggu aliran investasi ke dalam pembangunan infrastruktur. Ruang fisik yang menyusut mau tidak mau memaksa pemerintah untuk berfokus pada sumber dayanya yang terbatas pada kebutuhan mendesak terkait pandemi.

Di lain sisi, investasi swasta dalam proyek infrastruktur telah terhambat akibat penundaan ataupun pembatalan.

Dalam situasi saat ini, Febrio mengajak semua orang untuk mengatasi efek scarring, dengan meningkatkan potensi pertumbuhan jangka panjang serta mendukung transisi menuju lingkungan yang lebih hijau, terutama dalam mencapai target pengurangan emisi karbon.

Infrastruktur yang berkelanjutan dapat berkontribusi secara signifikan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan panjang. Kendati demikian, menurutnya masih ada beberapa tantangan dalam menerapkan infrastruktur yang berkelanjutan terutama pada kecepatan dan skala untuk mendukung pemulihan Covid-19 dan mencapai iklim global.

Oleh karena itu, Febrio berharap upaya terkoordinasi pemimpin negara-negara anggota G20 dalam meningkatkan investasi pada infrastruktur berkelanjutan dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk kembali memobilisasi sektor swasta.

"Recover together, recover stronger dari pandemi Covid-19 membutuhkan kerjasama dari semua pihak, dalam hal ini anggota-anggota G20. Dibutuhkan komitmen yang kuat untuk berkontribusi dan mendukung  infrastruktur transformatif di jalan menuju pemulihan global," katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur swasta kementerian keuangan pemulihan ekonomi
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top