Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bappenas Klaim Pengembangan Ekonomi Hijau Bisa Ciptakan 4,4 Juta Lapangan Kerja Baru

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut bahwa pengembangan ekonomi hijau bisa menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru di 2030.
Petugas memeriksa panel surya di PLTS Gili Trawangan/ Bisnis - David E. Issetiabudi
Petugas memeriksa panel surya di PLTS Gili Trawangan/ Bisnis - David E. Issetiabudi

Bisnis.com, JAKARTA – Deputi Bidang Ekonomi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut bahwa pengembangan ekonomi hijau bisa menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru di 2030.

“Potensi ekonomi hijau akan menerapkan model bisnis baru. Model bisnis baru ini tentu memerlukan keahlian baru yang diperkirakan akan tercipta 4,4 juta lapangan kerja baru terkait green jobs,”katanya, Selasa (8/2/2022).

Dia menuturkan, potensi ekonomi hijau, terutama di sektor energi harus diikuti oleh ketersediaan pekerja yang sesuai dengan kebutuhan industri terkait ekonomi hijau.

Oleh karena itu, pemerintah perlu membantu calon tenaga kerja mempersiapkan keahlian yang diperlukan oleh lapangan kerja baru berbasis ekonomi hijau ini.

Salah satu yang belum tergarap optimal adalah industri pengembangan sejumlah energi baru terbarukan (EBT) di dalam negeri.

Dia mencontohkan, potensi tenaga surya sebagai sumber energi di Indonesia mencapai 207,9 gigawatt (GW), tetapi baru dimanfaatkan sebesar 0,3 GW.

“Masih banyak lagi potensi EBT di Indonesia, tetapi kita masih bergantung pada energi existing. Kita perlu komitmen dan kemauan untuk menuju ke transisi energi yang lebih hijau,” imbuhnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Lili Sunardi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper