Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aturan Baku Mutu Emisi KLHK Dinilai Kurang Mendukung Komitmen Perjanjian Paris

Aturan yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dinilai kurang mendukung komitmen pemerintah dalam Perjanjian Paris untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 08 Februari 2022  |  05:34 WIB
Aturan Baku Mutu Emisi KLHK Dinilai Kurang Mendukung Komitmen Perjanjian Paris
Ilustrasi. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Aturan yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dinilai kurang mendukung komitmen pemerintah dalam Perjanjian Paris untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan berpendapat, diterbitkannya Permen LHK Nomor 11/2021 tentang Baku Mutu Emisi Pembakaran Dalam tidak sesuai dengan komitmen Perjanjian Paris.

Hal itu disebabkan adanya kenaikan Nitrogen Oxide (NOx) dalam permen tersebut jika dibandingkan dengan Permen LHK Nomor 15/2019 untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Permen LHK Nomor 15/2019 mengatur kebijakan untuk PLTD dengan kapasitas di bawah 3 MW kadar baku mutu NOx adalah sebesar 1400 mg/Nm3 @5 persen O2, dan PLTD dengan kapasitas di atas 3 MW baku mutu NOx adalah sebesar 1200 mg/Nm3 @5% O2.

Namun, dalam Permen LHK Nomor 11/2021 diubah untuk PLTD dengan kapasitas di atas 1.000 KW kadar baku mutu NOx adalah sebesar 2300 mg/Nm3 @15% O2.

Dengan demikian, apabila dikalkulasi dengan menggunakan 5 persen O2 sesuai dengan Permen sebelumnya, maka kadar NOx menjadi 6133 mg/Nm3 @5 persen O2.

“Jika kita bandingkan, adanya peningkatan baku mutu emisi NOx yang sangat besar. Hal ini jelas membahayakan bagi kesehatan lingkungan di daerah yang terdapat PLTD tersebut,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan resminya, Senin (7/2/2022).

Menurut Mamit, adanya peningkatan kadar NOx yang tinggi dapat mengganggu fungsi paru dan pernapasan pada manusia dan juga hewan yang jika berlangsung dalam jangka panjang, serta kadar NOx terus meningkat bisa menimbulkan kematian. Di Eropa, NOx adalah penyumbang 14 persen kematian karena polusi udara.

Bagi tumbuhan, kadar NOx yang tinggi akan menyebabkan tumbuhan tidak dapat berproduksi seperti yang diharapkan, atau bahkan tumbuhan bisa mengalami kematian.

Selain itu, kadar NOx yang tinggi akan menyebabkan terjadinya hujan asam, sehingga dapat mengakibatkan pelapukan batuan dan pengaratan logam.

“Kenaikan ini pastinya akan berdampak terhadap lingkungan, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan sebagaimana saya ungkapkan di atas,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emisi gas rumah kaca klhk perjanjian paris
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top