Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Wilayah Properti di Jabodetabek Paling Cuan Akhir Tahun Lalu

Di Provinsi Banten, Kota Tangerang mencatat pertumbuhan harga tahunan paling signifikan, yakni sebesar 17,04 persen, diiringi dengan kenaikan suplai tahunan sebesar 39,93 persen.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 30 Januari 2022  |  21:18 WIB
Permukiman padat penduduk di kawasan Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/1/2019).  - Antara/Yulius Satria Wijaya
Permukiman padat penduduk di kawasan Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/1/2019). - Antara/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA — Data Rumah.com Indonesia Property Market Index Kuartal IV/2021 menunjukan kenaikan harga properti tertinggi terjadi di tiga provinsi yang masuk area Jabodetabek, yakni Banten (3,07 persen), Jawa Barat (2,30 persen), dan DKI Jakarta (1,81 persen).

Di Provinsi Banten, Kota Tangerang mencatat pertumbuhan harga tahunan paling signifikan, yakni sebesar 17,04 persen, diiringi dengan kenaikan suplai tahunan sebesar 39,93 persen. Namun tren pencarian di wilayah ini turun drastis, yakni sebesar 11,02 persen secara kuartalan.

Selain itu, Kota Tangerang tampaknya menjadi sasaran kalangan menengah yang menargetkan hunian di kisaran harga Rp300 juta hingga Rp750 juta. 

Country Manager Rumah.com  Marine Novita menjelaskan bahwa di Provinsi Jawa Barat, Kota Bogor menjadi wilayah yang semakin menarik di mata konsumen. Di saat kota lain mengalami penurunan tren pencarian, area ini justru mengalamai kenaikan pertumbuhan di atas 20 persen secara kuartalan. 

“Situasi tersebut mungkin dipengaruhi oleh harga yang cenderung stagnan selama dua kuartal berturut-turut sehingga dinilai lebih menguntungkan untuk dibeli segera, terutama jika berniat investasi. Suplai hunian di Kota Bogor juga terus meningkat agar dapat mengikuti permintaan pasar yang semakin tinggi,” dalam laporan, Minggu (30/1/2022).

Di Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Barat mencatat penurunan harga properti terbesar. Jakarta Barat menjadi satu-satunya wilayah di DKI Jakarta yang mengalami penyusutan harga properti.

Kondisi tersebut terlihat kontras dengan kuartal sebelumnya, ketika Jakarta Barat mengalami kenaikan harga terbesar secara kuartalan. Meski demikian, peluang untuk kembali bertumbuh masih tetap ada. 

Penurunan harga kelihatannya lebih dipengaruhi oleh peningkatan suplai properti yang begitu besar. Kenaikan suplai mencapai 11,81 persen, jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Walaupun tren pencarian properti di area ini turun sebesar 4,53 persen secara kuartalan, proporsinya masih meliputi 10 persen dari total pencarian yang dilakukan di situs Rumah.com.

Marine menyimpulkan bahwa menurut data Rumah.com Indonesia Property Market Index Q4 2021, peningkatan harga properti terjadi di rumah tapak dan apartemen sehingga pengembang optimistis menambah suplai properti. Sementara tren peningkatan harga rumah tapak menunjukkan normalisasi. Hal ini terlihat dari angka pertumbuhan yang melambat jika dibandingkan kuartal sebelumnya.

Adapun data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) tersebut memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 600.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti apartemen harga rumah
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top