Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

1.000 Kendaraan Dinas akan Dikonversi Jadi EV di Tahun Ini

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan bisa mengonversi 1.000 kendaraan dinas yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) pada tahun ini.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 29 Januari 2022  |  08:18 WIB
Presiden Joko Widodo mengenakan helm sebelum menjajal motor listrik buatan dalam negeri 'Gesits' seusai melakukan audiensi dengan pihak-pihak yang terkait produksi di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo mengenakan helm sebelum menjajal motor listrik buatan dalam negeri 'Gesits' seusai melakukan audiensi dengan pihak-pihak yang terkait produksi di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan bisa mengonversi 1.000 kendaraan dinas yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) pada tahun ini.

Hal itu dilakukan untuk mempercepat ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan, peta jalan KBLBB akan mengikuti Grand Strategi Energi Nasional dengan target pencapaian kendaraan listrik roda dua pada 2030 sebanyak 13 juta unit.

Jumlah itu diharapkan dapat dipenuhi oleh sepeda motor listrik baru dan hasil konversi dari sepeda motor konvensional berbasis BBM.

“2021 Kementerian ESDM melaksanakan program uji coba konversi 100 unit kendaraan operasional dinas, dan pada 2022 Kementerian ESDM menargetkan konversi sepeda motor listrik 1.000 unit yang berasal dari BUMN, pemerintah daerah, kementerian/lembaga pemerintah pusat, dan masyarakat,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (28/1/2022).

Adapun, strategi pemerintah untuk menggenjot program tersebut adalah dengan menekankan manfaat yang akan diperoleh langsung oleh pengguna kendaraan listrik.

Dadan menjelaskan, penggunaan kendaraan listrik akan memberikan penghematan, baik dari sisi perawatan maupun pengoperasian sehari-hari.

Dia memaparkan, penggunaan kendaraan listrik roda dapat menekan biaya operasional sekitar Rp2,78 juta per tahun, belum termasuk biaya penggantian oli.

Di samping itu, dari sisi kenyamanan pengguna juga kan diprioritaskan agar sepeda motor listrik hasil konversi mempunyai kinerja dan kenyamanan yang sama atau lebih baik dari pada sepeda motor konvensional.

Kenyamanan pengguna itu akan diimplementasikan dalam kecepatan kendaraan, kemudahan pengoperasian, perawatan, dan ketersediaan suku cadang.

Sebelumnya, Kementerian ESDM mengusulkan agar program konversi kendaraan konvensional berbasis BBM ke kendaraan listrik menjadi mandatori bagi kementerian dan lembaga lainnya.

Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Ketenagalistrikan Sripeni Inten Cahyani mengatakan, pemerintah menargetkan 6 juta kendaraan roda dua dapat dikonversi hingga 5 tahun mendatang.

Untuk mencapainya, Kementerian ESDM akan mengusulkan program konversi menjadi mandatori bagi kendaraan operasional kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah, yang dianggarkan dalam APBN.

Berdasarkan data awal, kata dia, sepeda motor kendaraan operasional di kementerian dan lembaga sebagian besar diperoleh dari periode 2000–2010 dan 2010–2019. Kendaraan yang dibidik untuk dikonversi adalah sepeda motor BBM kendaraan operasional layak jalan dengan nilai buku Rp0.

“Untuk mencapai target prototipe 1.000 unit sampai dengan 6 juta kendaraan, kementerian/lembaga dapat mempelopori program ini dengan anggaran antara Rp9 juta hingga Rp10 juta per unit,” imbuhnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian esdm Kendaraan Listrik
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top