Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

SKK Migas Pastikan Kilang Bontang Masih Bisa Penuhi Kontrak LNG

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan tidak ada masalah operasional di Kilang Bontang. Kargo gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) ke pelanggan pun masih berjalan sesuai dengan kontrak.
Ilustrasi. Kapal kargo Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair kelima bersandar di Terminal Penerimaan, Hub, dan Regasifikasi LNG Arun, Lhokseumawe, Aceh Utara, Kamis (25/6)./Antara-M Agung Rajasa
Ilustrasi. Kapal kargo Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair kelima bersandar di Terminal Penerimaan, Hub, dan Regasifikasi LNG Arun, Lhokseumawe, Aceh Utara, Kamis (25/6)./Antara-M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan tidak ada masalah operasional di Kilang Bontang. Kargo gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) ke pelanggan pun masih berjalan sesuai dengan kontrak.

Sekretaris SKK Migas Taslim Yunus memastikan, tidak ada kontrak dengan pembeli yang dibatalkan, tetapi terdapat beberapa kargo LNG yang ditangguhkan atau dijadwalkan ulang untuk memenuhi pasokan kebutuhan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero).

Pada Januari 2022, ekspor dari Kilang Bontang dan Kilang Tangguh harus ditunda untuk memenuhi kebutuhan pasokan dalam negeri. Terdapat empat kargo LNG yang seharusnya untuk memenuhi kontrak ekspor dialihkan agar bisa mengamankan pasokan di dalam negeri.

“Pemenuhan kontak ekspor masih tetap akan dikirimkan sesuai komitmen. Secara operasional, Kilang Bontang tidak ada masalah untuk memenuhi kargo atau sesuai dengan kontrak untuk pembeli ekspor pada 2022,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (28/1/2022).

Sebelumnya, dalam riset Wood Mackenzie disebutkan bahwa masalah penurunan produksi yang terjadi di wilayah kerja Mahakam dan Merakes membuat pasokan gas untuk Kilang Bontang mengalami ketidakpastian.

Hal itu bahkan menimbulkan potensi pembatalan pengiriman kargo LNG ke sejumlah pelanggan di tahun ini.

Vice Chairman Energy-Asia Pacific Wood Mackenzie Gavin Thompson menyebutkan bahwa kilang Bontang tengah mengalami ketidakpastian pasokan gas karena adanya penurunan produksi di sejumlah wilayah kerja, yakni Eni Merakes, Pertamina Offshore Mahakam, Pertamina Kalimantan Timur untuk lapangan Attaka, dan juga wilayah kerja Sanga-sanga.

“Pelanggan sudah diminta untuk adanya penangguhan atau pembatalan kargo tahun ini,” jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Lili Sunardi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper