Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Pemerintah Tetapkan Harga Minyak Goreng Murah

Harga minyak goreng hari ini sudah turun dan murah sesuai dengan kebijakan Kemendag. Simak alasan pemerintah menetapkan minyak goreng satu harga.
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 19 Januari 2022  |  20:13 WIB
Pemerintah menetapkan minyak goreng murah. Harga yang beredar di pasar, Indomaret, Alfamart dan toko-toko yakni Rp14.000 per liter - Antara Foto/Jessica Helena Wuysang/hp
Pemerintah menetapkan minyak goreng murah. Harga yang beredar di pasar, Indomaret, Alfamart dan toko-toko yakni Rp14.000 per liter - Antara Foto/Jessica Helena Wuysang/hp

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menetapkan kebijakan minyak goreng satu harga dengan harga murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kementerian Perdagangan memberlakukan minyak goreng satu harga akan dijual dengan nilai Rp14.000 per liter. Warga bisa membeli minyak goreng murah di Indomaret, Alfamart, pasar tradisional dan online dengan harga yang sama.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan mengatakan minyak goreng murah ini diperuntukan bagi pemenuhan kebutuhan rumah tangga serta usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

“Masyarakat dihimbau untuk tidak perlu melakukan panic buying atau belanja secara berlebih-lebihan karena pemerintah sudah menjamin bahwa pasokan dan stok minyak goreng dengan harga Rp14.000 per liter dipastikan akan mencukupi kebutuhan masyarakat,”  ungkapnya, Rabu (19/1/2022).

harga minyak goreng murah, harga minyak goreng hari ini

Harga minyak goreng hari ini sudah mencapai Rp14.000 per liter di aplikasi belanja online, Shopee

Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah mempersiapkan dana senilai Rp7,6 triliun yang digunakan untuk membiayai penyediaan minyak goreng bagi masyarakat sebesar 250 juta liter perbulannya.

“Saya sangat mengapresiasi kepada 34 produsen minyak goreng yang telah menyampaikan komitmennya untuk turut berpartisipasi dalam penyediaan minyak goreng satu harga untuk seluruh masyarakat Indonesia” tutur Muhammad Luthfi.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan kewajiban pencatatan ekspor yang mulai berlaku pada 24 Januari 2022. Pencatatan bagi pelaku usaha yang akan melakukan ekspor Palm olein maupun CPO dimaksudkan untuk memantau ketersediaan minyak goreng di dalam negeri.

Melalui kebijakan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau, dan produsen juga tidak dirugikan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag minyak goreng indomaret
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top