Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina dan BP Tangguh Kirim 5 Kargo LNG untuk Pembangkit Listrik PLN

PT PLN (Persero) dipastikan bakal mendapat pasokan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listriknya.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 13 Januari 2022  |  08:42 WIB
Kapal pengangkut LNG. - Istimewa
Kapal pengangkut LNG. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT PLN (Persero) dipastikan bakal mendapat pasokan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listriknya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa PT Pertamina (Persero) dan BP Tangguh telah berkomitmen untuk memasok kargo LNG kepada PLN.

“Untuk gas kebutuhan Januari, 5 kargo ini segera dipenuhi. Saya ucapkan terima kasih kepada Pertamina dan BP Tangguh yang bisa berbesar hati untuk bisa merealokasikan kembali untuk kebutuhan dalam negeri,” ujarnya di kantor Kementerian ESDM, Rabu (12/1/2022).

Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan bahwa industri hulu migas selalu memprioritaskan alokasi gas bumi untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri agar bisa mendukung penyediaan energi di Tanah Air.

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Arief Setiawan Handoko mengatakan, realisasi pasokan gas untuk domestik dalam 5 tahun terakhir selalu berada di atas 58 persen.

“Sebenarnya kewajiban DMO sesuai aturan adalah 25 persen dari porsi produksi gas bumi yang menjadi bagian KKKS [kontraktor kontrak kerja sama], sedangkan realisasi pasokan gas untuk domestik selalu melampaui angka tersebut,” ujar Arief.

Dari volume gas yang dipasok untuk domestik, kata dia, penyerap terbesarnya adalah industri dengan porsi 28 persen, dan kelistrikan sebanyak 20 persen.

Menurutnya, sektor kelistrikan selalu menjadi prioritas utama pasokan gas dari sektor hulu migas. Selain itu, PLN mendapatkan keistimewaan jika dibandingkan dengan pembeli lain, yaitu mendapatkan fleksibilitas untuk memanfaatkan gas dari satu sumber di hulu migas yang ada di beberapa wilayah pembangkit lain.

Arief menjelaskan, perlu kerja sama antara produsen dan pembeli untuk memastikan pasokan gas bagi pembangkit listrik dalam keadaan aman.

“Mengingat pengembangan gas bumi membutuhkan waktu, kami sangat berharap perencanaan kebutuhan gas pembangkit listrik dapat terus dibenahi dan disempurnakan, sehingga pasokan aman dan pengembangan lapangan migas juga berjalan baik,” jelasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN lng kementerian esdm pembangkit listrik
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top