Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Properti Tahun Ini akan Kembali Naik, Kenapa?

Harga properti di dalam negeri diyakini akan kembali meningkat seiring dengan berlanjutnya tren positif penjualan dan sejumlah stimulus yang diberikan pemerintah.
Salah satu klaster perumahan di BSD City di Tangerang Selatan, Banten./Antara/Muhammad Iqbal
Salah satu klaster perumahan di BSD City di Tangerang Selatan, Banten./Antara/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA – Harga properti di dalam negeri diyakini akan kembali meningkat seiring dengan berlanjutnya tren positif penjualan dan sejumlah stimulus yang diberikan pemerintah.

Marine Novita, Country Manager Rumah.com, mengatakan bahwa tren harga properti akan berangsur normal dan meningkat pada setiap kuartal di 2022, dengan catatan pemerintah mampu menjaga situasi ekonomi tetap kondusif.

Kebijakan terkait properti dan ekonomi, seperti restrukturisasi kredit, relaksasi LTV, dan penurunan suku bunga juga diyakini akan membuat harga properti meningkat.

“Konsumen tidak lagi hanya mencari hunian yang memiliki akses jalan tol atau transportasi publik. Fasilitas umum di sekitar properti juga menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih hunian,” ujarnya dalam Kaleidoskop Properti 2021 dan Prospek 2022 Prolab School of Property, Senin (10/1/2022) malam.

Menurutnya, pencari properti tahun ini masih akan menjadi buyers market, yakni pembeli akan disuguhi beragam pilihan properti terbaru dengan tawaran promo, diskon, dan hadiah.

“Suku bunga KPR juga masih rendah. Terlebih banyak stimulus, sehingga menstimulasi pencari properti. Kalau enggak ada pandemi, enggak ada stimulus seperti ini,” ujarnya.

Meski demikian, penjual juga akan semakin berani untuk meningkatkan harga propertinya secara berkala. Para pencari properti yang telah siap secara ekonomi pun akan didorong untuk mengambil keputusan pembelian secepatnya.

Dari sisi penjual, lanjutnya, vaksinasi membuat konsumen lebih berani untuk berkunjung langsung ke lokasi properti. Oleh karena itu, ketersediaan show unit bisa membantu penjual meyakinkan pembeli mengambil keputusan.

“Minat konsumen sendiri masih bersifat value for money. Mereka tidak mempermasalahkan rumah yang agak jauh dari pusat kota asalkan ditunjang oleh fasilitas umum yang lengkap dan transportasi umum yang baik,” tuturnya.

Marine menilai, pengembang juga sebaiknya mempertimbangkan desain rumah yang lebih modern, yakni menerapkan sistem cross-ventilation dan penggunaan jendela yang lebar.

Desain tersebut dianggap lebih ramah lingkungan, karena membantu menghemat energi listrik dan menjadi salah satu faktor yang diminati pembeli.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yanita Petriella
Editor : Lili Sunardi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper