Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tencent Kurangi Porsi Saham di Sea, Ada Apa Nih?

Kesepakatan ini akan mengobarkan spekulasi bahwa Tencent berencana untuk mengurangi kepemilikannya di beberapa nama teknologi terbesar China dari Meituan hingga Kuaishou Technology, karena perusahaan berporos ke arah pertumbuhan luar negeri dan area baru seperti metaverse.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 05 Januari 2022  |  08:53 WIB
Papan nama perusahaan teknologi China, Tencent - Bloomberg
Papan nama perusahaan teknologi China, Tencent - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Tencent Holdings Ltd. berencana mengurangi kepemilikan di perusahaan Singapore Sea Ltd. dengan menjual sahamnya senilai US$3 miliar. Hal ini memicu gejolak di perusahaan game dan e-commerce Asia Tenggara itu.

Kesepakatan itu kemungkinan akan mengobarkan spekulasi bahwa Tencent berencana untuk mengurangi kepemilikannya di beberapa nama teknologi terbesar China dari Meituan hingga Kuaishou Technology, karena perusahaan berporos ke arah pertumbuhan luar negeri dan area baru seperti metaverse.

Pemimpin media sosial dan game China mengendalikan portofolio investasi senilai US$185 miliar pada akhir September, menurut perkiraan Bloomberg Intelligence.

Penjualan saham dilakukan kurang dari sebulan setelah Tencent mengatakan akan membagikan lebih dari US$16 miliar saham JD.com Inc. sebagai dividen satu kali. Hal ini menjadi upaya untuk melepaskan sebagian besar sahamnya di ritel online No.2 di China.

Langkah mengejutkan itu dipandang sebagai tanggapan atas dorongan Beijing untuk mengekang perilaku anti persaingan dan membuka ekosistem tertutup.

Tencent diketahui sudah menjual sahamnya masing-masing seharga US$208, dengan diskon 6,9 persen dari harga penutupan sebelumnya.

Dari pengumuman yang dikutip Bloomberg, Tencent mengurangi kepemilikannya di Sea menjadi 18,7 persen. Kendati demikian, perusahaan masih mempertahankan kepemilikan saham yang cukup besar di perusahaan teknologi paling berharga di Asia Tenggara.

Sea, yang pada bulan November meningkatkan prospek e-commerce untuk kedua kalinya pada tahun 2021, telah menikmati lonjakan pasca-pandemi dalam game dan ritel online di seluruh dunia.

"Divestasi tersebut akan memberikan perusahaan yang berbasis di Shenzhen dengan sumber daya untuk mendanai investasi lain dan inisiatif sosial, sambil mempertahankan sebagian besar sahamnya di Sea dan terus mendapat manfaat dari pertumbuhan masa depan perusahaan,” kata Tencent dalam pernyataan resminya.

Adapun, Tencent telah setuju untuk tidak menjual saham Sea lebih lanjut selama enam bulan ke depan, menurut ketentuan kesepakatan yang diperoleh Bloomberg News. Goldman Sachs Group Inc., Bank of America Corp. dan Morgan Stanley ditunjuk sebagai pihak yang akan mengatur penjualan saham Sea.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham singapura tencent

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top