Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh, Sektor Perkantoran Masih Dibayangi Tekanan Sepanjang 2022

Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan sektor perkantoran di Jakarta masih dibayangi tekanan sepanjang 2022.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 05 Januari 2022  |  18:38 WIB
Jajaran gedung perkantoran di Jakarta, Senin (24/8/2020). Bisnis - Abdurachman
Jajaran gedung perkantoran di Jakarta, Senin (24/8/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kondisi sektor perkantoran di DKI Jakarta diproyeksikan masih mengalami tekanan yang dalam sepanjang 2022 

Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan tingkat hunian Central Bussines District (CBD) sepanjang 2021 tercatat 78,4 persen turun sekitar 5 persen dibanding sebelum pandemi. Lalu untuk area non-CBD tingkat hunian sebesar 79,2 persen atau turun sekitar 3 persen daripada sebelum pandemi 2019.

Padahal tidak ada pasokan baru pada 2021 sehingga pasokan kumulatif di CBD sebanyak 6,96 juta meter persegi, sedangkan non-CBD 3,62 juta meter persegi.

"Karena beberapa perusahaan tidak memperpanjang masa sewa dan beberapa lainnya melakukan pengurangan luasan kantor," ujarnya dalam media briefing, Rabu (5/1/2022).

Di tahun ini, diproyeksikan akan ada 7 gedung yang selesai dan menambah pasokan baru seluas 350.000 meter persegi di CBD. Begitu pula di luar CBD terdpaat 7 gedung baru yang selesai dan menambah 200.000 meter persegi

Penambahan gedung di tahun ini karena banyak proyeksi penyelesaian pembangunan gedung perkantoran yang mundur pada 2020 dan 2021. Rerata gedung yang selesai ini sudah terlanjur dibangun sehingga tidak memiliki waktu lagi untuk menahan penyelesaian dan imbasnya pun menumpuk pada 2022.

Menurutnya, tingginya pasokan baru tahun ini memicu penurunan tingkat hunian karena penyerapan tidak bisa mengimbangi supply.

"Okupansi itu akan terus drop. Secara angka kelihatan menurun tapi masih ada potensi dari beberapa tenant seperti perusahaan teknologi, konsumsi harian, logistik, telekomunikasi, instansi dan perusahaan yang berhubungan pemerintah terlihat aktif mencari ruang kantor baru. Dari sini sudah kelihatan bahwa industri perkantoran mulai menemukan titik positifnya dengan harapan jumlah tenant lebih banyak," tuturnya.

Kondisi ini, akan membuat para pemilik gedung dan pengembang akan terus memberikan insentif agar bisa menjaga tingkat hunian gedung. 

Saat ini banyak pengembang yang memberikan diskon kepada konsumen supaya pasar bisa menyerap. Belum lagi ada persaingan insentif harga yang kompetitif di pasar sehingga menguntungkan untuk calon penyewa.

"Beberapa kasus diskon bisa lebih tinggi dari 15-25 persen tergantung seberapa banyak ruang yang mau diambil dan tingkat okupansi gedung itu sendiri. Kalo sudah terisi banyak tentu tidak akan tinggi," ucap Ferry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti perkantoran harga sewa kantor
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top