Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Daya Tarik Bisnis Hulu Migas hingga Kebangkitan Sirkuit Ancol

Banyaknya perusahaan migas yang masih bertahan di Indonesia dipandang sebagai bukti bisnis hulu migas di Nusantara tetap atraktif. Topik itu menjadi salah satu pilihan editor Bisnisindonesia.id hari ini.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 24 Desember 2021  |  12:54 WIB
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau. - Dok. SKK Migas
Fasilitas produksi Blok Rokan yang dikelola PT Chevron Pacific Indonesia, Minas, Riau. - Dok. SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA – Kendati sejumlah perusahaan migas raksasa memutuskan keluar dari wilayah kerja Indonesia, pemerintah tetap yakin iklim investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi Tanah Air masih menarik.

Kabar tentang daya tarik investasi hulu migas menjadi salah satu berita pilihan editor Bisnisindonesia.id. Beragam kabar ekonomi dan bisnis lainnya yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji di meja redaksi Bisnisindonesia.id.

Berikut ini intisari setiap berita pilihan:

  1. Tuah Diversifikasi Bisnis Ala Erajaya Swasembada (ERAA)

Diversifikasi bisnis yang dijalankan oleh emiten ritel PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) sepanjang tahun ini bakal membuka banyak saluran keuntungan baru yang mempertebal pundi-pundinya pada masa depan.

Salah satu sektor baru yang dirambah oleh ERAA adalah bisnis apotek. Melalui anak usahanya, Erajaya Beauty and Wellness (EBW), ERAA membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) untuk membangun bisnis apotek.

EBW bekerja sama dengan CARiNG Pharmacy Retail Management Sdn Bhd (CPRM), anak perusahaan 7-Eleven Malaysia Holdings Berhad. Keduanya sepakat membangun PT Era Caring Indonesia yang akan bekerjasama dengan PT Era Farma Indonesia dalam menjalankan jaringan apotek dan layanan kesehatan dengan nama Apotek Wellings.

Proyeksinya, apotek Wellings akan menyediakan layanan pengisian resep, konsultasi obat, nutrisi, suplemen dan produk kesehatan lainnya, konsultasi kesehatan dan rehabilitasi, dengan pengalaman berbelanja yang nyaman dan harga yang kompetitif, dikawal oleh tenaga apoteker full time yang standby untuk memberikan konsultasi aktif pada konsumen.

  1. Ditinggal Raksasa Migas, Indonesia Tetap Pede Gait Investasi

Iklim investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi Tanah Air dinilai masih tetap menarik meskipun sejumlah perusahaan migas raksasa telah memutuskan untuk meninggalkan wilayah kerja Indonesia.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan sejumlah perusahaan migas yang hengkang dari Indonesia hanya sebagian dari banyak perusahaan asing yang masih bertahan. Dia meyakini Indonesia masih menjadi tempat bagi sejumlah perusahaan migas besar.

Dia melihat rencana Shell untuk keluar dari Indonesia dengan divestasi proyeknya di Masela masih belum terealisasi sehingga Shell akan terus menjadi pemegang hak partisipasi di Masela bersama dengan Inpex. Chevron juga masih belum benar-benar keluar dari proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) karena belum mendapatkan mitra baru.

SKK Migas juga mencatat sejumlah perusahaan lainnya seperti Eni, Mubadala, Petronas, PetroChina, Petronas, ExxonMobil, BP, PremierOil juga masih bertahan, bahkan disebut masih cukup agresif di Indonesia.

  1. Jalan Berliku Melindungi Pembeli Proteksi

Para pembeli produk proteksi ternyata masih perlu mendapat perlindungan berlapis dari risiko yang timbul dari produk dan perusahaan asuransi jiwa.

Dalam pengelolaan investasi, OJK telah memberikan rambu-rambu yang cukup ketat, baik batasan-batasan secara kualitatif maupun kuantitatif. Namun, rambu-rambu yang dibuat memang tidak bisa membatasi secara spesifik instrumen investasi yang digunakan perusahaan asuransi.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2A Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ahmad Nasrullah menilai permasalahan investasi yang sekarang terjadi di industri asuransi kebanyakan karena perusahaan cenderung agresif dalam berinvestasi di instrumen pasar modal yang risikonya terlalu tinggi dan tidak dikelola dengan baik.

Karyawan beraktivitas di dekat logo-logo asuransi jiwa di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jakarta, Kamis (23/12/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

  1. Ruang Penurunan Suku Bunga Kredit Masih Lebar, Bank Bergeming

Hingga menjelang akhir tahun ini, pemangkasan suku bunga kredit industri perbankan masih relatif terbatas, padahal suku bunga acuan Bank Indonesia sudah 10 bulan menyentuh titik terendahnya sepanjang sejarah.

Bank Indonesia (BI) dalam laporan analisis perkembangan uang beredar, Kamis (23/12), menyebutkan rata-rata tertimbang suku bunga kredit tercatat sebesar 9,25 persen pada November 2021, turun 5 basis poin (bps) dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sementara itu, rerata tertimbang suku bunga simpanan berjangka mengalami penurunan pada seluruh jenis tenor. Suku bunga deposito untuk tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan turun masing-masing menjadi 3,05 persen, 3,29 persen, 3,62 persen, 3,93 persen, dan 4,41 persen.

Sementara itu, suku bunga pasar uang antarbank (PUAB) overnight dan suku bunga deposito 1 bulan perbankan telah turun, masing-masing 25 bps dan 145 bps sejak November 2020, menjadi 2,79 persen dan 3,05 persen pada November 2021.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan penurunan suku bunga kredit yang jauh lebih rendah daripada suku bunga deposito perbankan menyebabkan jarak antara suku bunga kredit dan deposito terus melebar. Margin bunga bersih perbankan pun terus mengalami peningkatan.

  1. Sirkuit Ancol Bangkit Kembali lewat Balap Formula E Jakarta 2022

Setelah melalui pertimbangan matang dan inspeksi langsung oleh pihak penyelenggara internasional, kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol akhirnya resmi ditunjuk menjadi lokasi balapan mobil listrik Formula E yang akan digelar pada 4 Juni 2022. 

Tentu saja penggunaan Ancol sebagai sirkuit balap bukan merupakan hal baru karena pada era 1970—1990, kawasan itu memang menjadi sirkuit adu kebut yang populer pada masanya.

Ketua Panitia Pelaksanan For­mula E Ahmad Sahroni mengatakan keputusan pemilihan lokasi tersebut telah dikaji secara matang oleh Formula E Operations (FEO) dan Federation Internationale de I’Automobile (FIA).

Awalnya terdapat lima lokasi yang dipertimbangkan, yaitu Gelora Bung Karno (GBK), Sudirman, Thamrin, Pantai Indah Kapuk, dan Ancol. Ancol ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraan Formula E lantaran dinilai dinamis dan ikonik, sehingga tidak mengganggu prasarana jalan masyarakat jika ditutup selama pelaksanaan.

Selamat membaca!


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi jiwa ancol industri hulu migas bunga kredit erajaya swasembada
Editor : Sri Mas Sari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top