Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KS dan Tata Metal Lestari Kolaborasi Usung Industri Baja Berkelanjutan

PT. Krakatau Steel bersama PT. Tata Metal Lestari sebagai salah satu produsen Baja Lapis Aluminium Seng (BJLAS) di Tanah Air ini berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola yang berkelanjutan di industri baja.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 22 Desember 2021  |  20:28 WIB
Penandatanganan komitmen ESG (environmental, social, governance) untuk Industri yang berkelanjutan antara PT Krakatau Steel dan PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group), Rabu (22/12/2021). - istimewa
Penandatanganan komitmen ESG (environmental, social, governance) untuk Industri yang berkelanjutan antara PT Krakatau Steel dan PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group), Rabu (22/12/2021). - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT. Krakatau Steel bersama PT. Tata Metal Lestari sebagai salah satu produsen Baja Lapis Aluminium Seng (BJLAS) di Tanah Air ini berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola yang berkelanjutan di industri baja.

Pasalnya, melestarikan lingkungan sebagai warisan bagi generasi yang akan datang, harus mulai diterapkan di industri baja. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mengusung konsep eco-green di sektor industri tersebut melalui pendekatan ESG (environmental, social, governance).

Hal itu seperti dikatakan Direktur Komersial PT Krakatau Steel, Melati Sarnita di sela penandatanganan komitmen ESG (environmental, social, governance) untuk Industri yang berkelanjutan antara PT Krakatau Steel dan PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group), Rabu (22/12/2021).

Eco-green akan menjadi salah satu tata kelola yang sangat kritikal di masa depan. Jadi memang eco-green itu bukan untuk bisnis, tapi untuk persiapan kita kepada generasi selanjutnya. Ketika kita menurunkan bumi ke mereka. Itu yang memang harus kita ingat,” ujarnya melalui siaran resmi, Rabu (22/12).

Melati menjelaskan, baja merupakan salah satu produk recycle sehingga tidak merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat. Ia juga mengapresiasi PT Tata Metal Lestari yang telah menerapkan industri 4.0 sehingga upaya menuju industri yang keberlanjutan dapat segera terwujud. 

Melati menambahkan, industri baja memberikan multiplier yang besar untuk lingkungan dan masyarakat, karena itu di negara-negara maju, industri baja sangat dilindungi. Bahkan industri ini dianggap sebagai industri pertahanan sebuah negara, yakni dari segi pertahanan kehidupan dari lingkungan serta masyarakat di negara tersebut.

“Jika kita lihat, negara-negara besar seperti Amerika, India, atau Cina itu memiliki kebijakan-kebijakan industri baja yang sangat kuat untuk melindungi industri domestiknya. Harapan kami sebagai BUMN, industri baja kita bisa membantu para pelaku usaha industri baja supaya perkuatan kebijakan itu juga bisa kita lakukan,” terangnya.

Vice President PT Tata Metal Lestari, Stephanus Koeswandi menjelaskan, bahwa PT Tata Metal Lestari dan Tatalogam Group berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan ini, berbagai upaya dilakukan guna mencapai target zero emission.

Salah satunya dengan menerapkan industri 4.0, serta menggandeng pihak lain sehingga industri baja di tanah air ini menjadi industri yang lebih ramah lingkungan. Jadi pihaknya bersama PT Krakatau Steel berkolaborasi untuk menuju  industri yang berkelanjutan, yang hijau, dengan pendekatan ESG (environmental, social, governance).

“Kalau baja, saya yakin kita sudah berkecukupan.  Jadi tidak perlu impor lagi. Tapi kita melawan dengan cara lain yaitu memastikan kalau rumah kita (Indonesia) masih hijau bumi-nya dan masih biru langit-nya. Kami bersama akan berupaya menginspirasi dengan mengedepankan industri yang ramah lingkungan dan memberikan kontribusi untuk alam, manusia, bisnis, dan mengedepankan kebijakan berkesinambungan,” terang Stephanus.

Selain penandatanganan Komitmen ESG antara PT Krakatau Steel dan PT Tata Metal Lestari, digelar juga acara pelepasan ekspor 2 produk hijau karya PT Tata Metal Lestari. Kali ini, produk yang dinamakan Hijau Ubud dan Hijau Buaran diekspor ke Australia.

Produk ramah lingkungan ini menggunakan pendekatan EARLY Nexalume yang berarti environmental responsible and sustainability. Stephanus menerangkan, nantinya mereka juga akan meluncurkan EARLY label di mana setiap produk Tata Metal Lestari akan mengadopsi sustainable manufacturing practice berbasis ESG.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

baja krakatau steel metal
Editor : Puput Ady Sukarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top