Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Domestik Sepi, Tata Metal Perluas Pasar Ekspor Baja Ringan

Di tengah tekanan krisis kesehatan yang saat ini masih dialami Indonesia, perseroan mendapat berkah dari pasar ekspor yang terbuka
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  15:00 WIB
Baja ringan - Istimewa
Baja ringan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen baja ringan, PT Tata Metal Lestari mengklaim kinerja yang tetap bertumbuh meski sedikit di tengah pandemi Covid-19 atau sepanjang 2020 lalu. Tahun ini meski tetap optimistis perseroan masih melihat sejumlah tantangan yang akan dihadapi. 

Vice President Tata Metal Stephanus Koeswandi mengatakan di tengah tekanan krisis kesehatan yang saat ini juga masih berlangsung, perseroan masih mendapat berkah dari pasar ekspor yang terbuka. Tahun ini perseroan pun mengaku masih akan melakukan perluasan pasar guna mengimbangi kondisi permintaan domestik. 

"Di mana ada bulan-bulan seperti Ramadan dan Lebaran yang harus diimbangi dengan penjualan di pasar luar negeri, untuk itu pengembangan volume ekspor yang lebih besar akan terus kami lakukan," katanya kepada Bisnis, Rabu (3/3/2021).

Stephanus mengemukakan meski demikian, hal itu tidak akan membelokkan fokus perseroan untuk mengutamakan permintaan domestik. Pasalnya, produk yang diekspor khusus untuk produk-produk standar premium. 

Menurut Stephanus, hasil produksi yang diimpor pun hanya berkisar 10 persen dari total. Adapun salah satu negara yang telah disasar perseroan untuk perluasan pasar ekspor yakni Amerika Latin. 

Stephanus menyebut dari data capaian ekspor produk baja yang mencapai 37.000 ton tahun lalu, perseroan telah berkontribusi pada angka yang cukup baik.

Sementara itu, pasar domestik, kata Stephanus perseroan sudah mampu memiliki jangkauan hampir di seluruh wilayah Tanah Air. Ada sejumlah daerah yang harus dijajaki seperti Maluku.

"Untuk pasar dalam negeri kami selalu fokus pada keamanan end user, di mana jika bisa diberikan standar atau SNI baja ringan yang sejak 2017 sudah menjadi PR maka akan sangat mendukung sekali. Apalagi standar tidak hanya akan dikawal dari segi produk saja tetapi juga perhitungan dan pemasangan agar tidak ada lagi kasus gagal konstruksi," ujarnya. 

Seperti diketahui, Tata Metal berkontribusi dalam beberapa proyek pembangunan rumah darurat bencana alam dan rumah sakit darurat di luar pulau Jawa. 

Stephanus sebelumnya menyatakan utilisasi lini produksi atap metal dan profil baja ringan pabriknya hampir mencapai 100 persen karena tingginya permintaan kedua produk tersebut. Adapun, lanjutnya, kedua produk tersebut dipesan untuk berkontribusi dalam proyek konstruksi rumah sakit berskala nasional dan daerah, serta rumah bagi korban bencana alam. 

Saat ini Tata Metal menggunakan sekitar 60 persen hasil produksi CRC untuk kembali diolah menjadi atap metal maupun profil baja ringan. Sebanyak 40 persen lainnya dibagi rata untuk dipasarkan ke industri pengguna lokal dan global. 

Produksi atap metal mendominasi produksi hilir perseroan hingga 60 persen. Dengan kata lain, produksi profil baja ringan sejauh ini hanya berkontribusi sekitar 40 persen dari total produksi baja hilir perseroan. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur baja ringan
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top