Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengenal eNaira, Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) Pertama di Afrika

Nigeria telah merilis resmi eNaira pada 25 Oktober 2021.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 21 Desember 2021  |  13:17 WIB
Ilustrasi Nigeria - Istimewa
Ilustrasi Nigeria - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Central Bank of Nigeria (CBN) belum lama ini merilis mata uang bank sentral (CBDC) bernama eNaira. Ini adalah CBDC kedua yang sepenuhnya terbuka untuk umum setelah Bahama.

Ketika negara dan wilayah lain, seperti China dan Persatuan Mata Uang Karibia Timur melakukan uji coba CBDC dengan sebagian warganya, Nigeria telah merilis resmi eNaira pada 25 Oktober 2021.

Berikut adalah lima poin yang mesti diketahui soal eNaira, seperti yang dijelaskan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laman resminya.

1. Cara kerjanya hampir sama dengan mata uang kripto

eNaira menggunakan teknologi blockchain yang sama seperti bitcoin atau ethereum. eNaira disimpan dalam dompet digital dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran.

eNaira juga dapat ditransfer secara digital dan hampir tanpa biaya kepada siapa pun di dunia dengan dompet eNaira.

2. Bukan aset kekayaan

Pengawasan eNaira oleh bank sentral dilakukan lebih ketat. Tidak seperti aset kripto lainnya, eNaira bukanlah aset keuangan, tetapi bentuk digital dari mata uang nasional. Nilai eNaira berdasarkan dari naira fisik yang dipatok pada keseimbangan.

3. Bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan dan mempermudah remitansi

eNaira bisa digunakan bagi siapapun yang memiliki smartphone, meski tidak memiliki akun perbankan. Bahkan, CBN meyakini penggunaan eNaira akan mencapai 90 persen dari total populasi.

Selain itu, kemudahan dalam transaksi mata uang digital juga memberikan benefit bagi aktivitas remitansi di Nigeria yang merupakan destinasi penting pengiriman uang di sub Sahara Afrika dengan nilai mencapai US$24 miliar pada 2019.

Dengan adanya eNaira, biaya pengiriman menjadi lebih murah karena biaya transfer dari dompet ke dompet atau wallet to wallet gratis.

4. Transaksinya dapat dilacak

Berbeda dengan aset kripto yang berbasis token, eNaira berbasis akun sehingga transaksinya dapat dilacak. Penggunaan eNaira dapat membawa transparansi yang lebih luas kepada pembayaran informal dan memperkuat basis pajak.

Bisnis informal dan formal juga dapat memperoleh manfaat jika adopsi eNaira meningkatkan konsumsi melalui inklusi keuangan yang lebih besar.

5. Tetap punya risiko

Seperti mata uang digital lainnya, eNaira memiliki risiko untuk implementasi kebijakan moneter, keamanan siber, ketahanan operasional, dan integritas dan stabilitas keuangan.

Misalnya, dompet eNaira dapat berfungsi sebagai simpanan di bank sentral sehingga dapat mengurangi permintaan simpanan di bank komersial.

6. Upaya mitigasi dari otoritas

Pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah untuk mengelola risiko. Transfer dana dari deposito bank ke dompet eNaira bergantung pada transaksi harian dan batas saldo untuk mengurangi risiko hilangnya peran bank dan lembaga keuangan lainnya.

Selain itu, sistem verifikasi identitas berjenjang juga diterapkan untuk menghindari risiko tindakan pencucian uang. Verifikasi tidak hanya menggunakan akun perbankan, tetapi nantinya juga menggunakan kartu SIM terdaftar.

Penyimpanan di domepet eNaira juga tidak bisa lebih dari 5 juta naira (sekitar US$12.200) guna mengatasi risiko keamanan siber.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nigeria mata uang bank sentral mata uang digital

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top