Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Supply Chain Indonesia Berharap Omicron Tidak Masuk Indonesia, Ini Alasannya

Supply Chain Indonesia (SCI) berharap varian baru Covid-19, Omicron tidak masuk ke Indonesia, karena dapat memengaruhi kondisi perekonomian nasional yang mulai pulih.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 15 Desember 2021  |  14:35 WIB
Supply Chain Indonesia Berharap Omicron Tidak Masuk Indonesia, Ini Alasannya
Ilustrasi. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Supply Chain Indonesia (SCI) berharap varian baru Covid-19, Omicron tidak masuk ke Indonesia, karena dapat memengaruhi kondisi perekonomian nasional yang mulai pulih.

Senior Consultant SCI Sugi Purnoto mengatakan bahwa pemerintah harus mampu melindungi Negara agar tidak kembali dihantam gelombang ketiga pandemi Covid-19 dengan adanya varian Omicron.

“Semoga yang namanya varian baru Covid-19, Omicron tidak masuk ke Indonesia. Itu yang mesti dijaga dulu. Kalau itu masuk lagi, kolaps lagi kita,” ujar Sugi, Rabu (15/12/2021).

Menurutnya, bila Indonesia mampu bertahan dari ancaman Omicron, perekonomian Indonesia, khususnya logistik bisa kembali ke keadaan normal seperti di 2019.

Sugi menuturkan, bisnis logistik memang sempat mengalami penurunan pada 2020, terutama akhir tahun. Namun pada tahun ini, keadaan mulai membaik, meski tidak sebanyak 2019.

“Tantangannya memang yang pertama tetap pandemi Covid-19 yang dikelola oleh pemerintah dengan memberikan pembatasan-pembatasan PPKM yang berdampak. Walaupun logistiknya tidak, tapi dengan terbatasnya masyarakat beraktifitas mengakibatkan beberapa pertumbuhan dari industri logistik menurun,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sugi menyebut bisnis logistik di Tanah Air terus mencatatkan pertumbuhan yang positif sepanjang 2021. Hal itu tentunya didukung sejumlah faktor yang ikut andil dalam perkembangan sektor tersebut.

Hingga saat ini, ujarnya, bisnis logistik masih ditopang oleh pertumbuhan permintaan dari sektor farmasi dan alat kesehatan. Pertumbuhan bisnis tersebut bahkan mencapai 15 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang merupakan masa awal pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia.

“Kita tahu contoh nyatanya bahwa untuk alat kesehatan, seperti masker, hand sanitizer, dan cairan disinfektan, semuanya orang menggunakan itu. Secara praktis, ini kondisi yang berbeda dengan 2020,” ucapnya.

Kemudian, lanjut Sugi, bisnis kedua yang terus bertumbuh adalah dari sisi barang konsumsi atau consumer goods, meskipun kenaikannya hanya sekitar 5 persen.

Bukan itu saja, pertumbuhan juga dialami oleh industri otomotif yang didorong adanya pembebasan pajak kendaraan sepanjang 2021. Menurutnya, kebijakan itu mendongkrak penjualan mobil, sehingga berdampak pula pada stakeholders di dalam industri, misalnya komponen, ban, dan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik omicron
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top