Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Penyebab Bisnis Logistik Bisa Terus Tumbuh Sepanjang 2021

Bisnis logistik di Tanah Air dinilai terus mencatatkan pertumbuhan yang positif sepanjang 2021. Hal itu didukung oleh sejumlah faktor yang ikut andil dalam perkembangan sektor tersebut.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 14 Desember 2021  |  16:46 WIB
Ini Penyebab Bisnis Logistik Bisa Terus Tumbuh Sepanjang 2021
Ilustrasi. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bisnis logistik di Tanah Air dinilai terus mencatatkan pertumbuhan yang positif sepanjang 2021. Hal itu didukung oleh sejumlah faktor yang ikut andil dalam perkembangan sektor tersebut.

Senior Consultant Supply Chain Indonesia (SCI) Sugi Purnoto mengatakan, hingga saat ini bisnis logistik masih ditopang oleh pertumbuhan permintaan dari sektor farmasi dan alat kesehatan.

Menurutnya, pertumbuhan bisnis tersebut bahkan mencapai 15 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu yang merupakan masa awal pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia.

“Kita tahu contoh nyatanya bahwa untuk alat kesehatan, seperti masker, hand sanitizer, dan cairan disinfektan, semuanya orang menggunakan itu. Secara praktis, ini kondisi yang berbeda dengan 2020,” katanya, Selasa (14/12/2021).

Kemudian, lanjut Sugi, bisnis kedua yang terus bertumbuh adalah dari sisi barang konsumsi atau consumer goods, meskipun kenaikannya hanya sekitar 5 persen.

Dia menuturkan, sektor tersebut akan terus bertumbuh seiring dengan adanya kebijakan yang mengatur mengenai mobilisasi masyarakat dan tren belanja yang perlahan bergeser dari offline menjadi online.

“Kalau saya lihat, rata-rata pertumbuhannya sekitar 5 persen. Memang tidak besar, tapi tetap tumbuh karena memang didorong oleh kebutuhan masyarakat dengan beberapa kebijakan pembatasan mobilitas,” ucap Sugi.

Sugi mencontohkan pembatasan mobilitas yang menyebabkan mayoritas masyarakat terpaksa bekerja dan beraktivitas dari rumah. Alhasil, permintaan terhadap produk minuman dan makanan ringan pun meningkat.

“Misalnya kebutuhan teh, gula, kopi, biskuit, dan lainnya [meningkat] karena orang di rumah pasti ngemil. Sambil kerja WFH ngemil, dan itu bukan seribu dua ribu orang, tapi jutaan orang,” tambahnya.

Selanjutnya, imbuh dia, pertumbuhan juga dialami oleh industri otomotif yang didorong adanya pembebasan pajak kendaraan sepanjang 2021.

Menurutnya, kebijakan itu mendongkrak penjualan mobil, sehingga berdampak pula kepada stakeholders di dalam industri, misalnya komponen, ban, dan lainnya.

Sebelum ini, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya kenaikan barang yang diangkut dengan kapal laut periode Oktober 2021 menjadi 27,0 juta ton atau naik 4,02 persen.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, secara kumulatif, selama Januari–Oktober 2021, jumlah barang yang diangkut dengan kapal laut naik 5,14 persen atau mencapai 260,8 juta ton.

Dari segi moda angkutan kereta api, jumlah barang yang diangkut periode Oktober 2021 juga mengalami peningkatan 7,68 persen menjadi 5,2 juta ton. Secara kumulatif (Januari–Oktober 2021), jumlah barang yang diangkut kereta api naik 11,39 persen menjadi 44,3 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top