Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gandeng Krealogi, Kemenkop UKM Digitalisasi 100 UMKM di Indonesia Timur

Pelatihan dan pendampingan menunjukan hasil yang positif dengan nilai rata-rata peningkatan pengetahuan peserta sebesar 68 persen. Kemudian, rata-rata persentase peningkatan kemampuan peserta tertinggi terdapat pada modul perencanaan produksi yaitu sebesar 87 persen.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki di Jakarta, Jumat (19/6/2020). /Bisnis-Eusebio Chrysnamurti
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki di Jakarta, Jumat (19/6/2020). /Bisnis-Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menggandeng platform digital bidang manajemen usaha wastra dan kerajinan/kriya Krealogi oleh Du Anyam dalam rangka mewujudkan digitalisasi 100 UMKM di Wilayah Indonesia Timur.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan pembinaan dan pendampingan digitalisasi ini dilakukan terhadap 100 UMKM yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Saya ucapkan selamat dan apresiasi kepada Du Anyam melalui Krealogi yang telah menghadirkan program pendampingan usaha bagi wirausaha sektor wastra dan kerajinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur," katanya, Jumat (3/12/2021). 

Teten berharap, pelatihan digitalisasi yang diselenggarakan sejak Agustus hingga November 2021 ini, dapat diimplementasikan dengan baik oleh para peserta sehingga bisa menjadi wirausaha yang adaptif, inovatif, dan berbasis teknologi.

Dia juga berharap kemitraan dengan Krealogi dapat terus berjalan dalam mendukung pengembangan UMKM di Indonesia.

"Kepada Krealogi, saya berharap dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pengembangan UMKM di tanah air," imbuhnya.

Sementara itu Co-Founder Krealogi oleh Du Anyam Hanna Keraf menuturkan bahwa pendampingan dan pembinaan usaha yang dilakukan bersama Kemenkop UKM bertujuan untuk menyiapkan wirausaha menghadapi perubahan sosial, budaya, serta kemajuan teknologi yang pesat.

Dia menyebut, pendampingan ini dimulai dengan proses kurasi peserta guna menjaring peserta yang memenuhi kriteria, seperti berusia 18-39 tahun dan sedang merintis usaha serta memiliki ide atau gagasan bisnis bidang wastra dan kriya di 11 kabupaten/kota di NTT.

Krealogi oleh Du Anyam bersama Kemenkop UKM, sambung dia, memang menyasar usia produktif atau milenial untuk mengikuti pelatihan karena dinilai lebih terbuka terhadap inovasi dan dekat dengan teknologi.

"Setelah didapat 100 peserta, proses selanjutnya yakni studi kelaikan untuk memetakan permasalahan bisnis dari setiap peserta yang merupakan pelaku UMKM," terang Hanna.

Pelaksanaan Program Digitalisasi

Sebagai informasi, program ini dilaksanakan secara daring dengan pemberian materi melalui 12 modul, yang mencakup materi-materi tentang bagaimana UMKM idealnya menentukan harga modal, menentukan harga jual, menentukan waktu produksi, melakukan pengiriman produk, hingga memenuhi permintaan pasar sesuai yang diharapkan.

Adapun ke-11 kabupaten/kota yang masuk kategori adalah Kabupaten Lembata, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, Kota Kupang dan Kabupaten Sikka (Komunitas UMKM Akunitas), Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ende, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Alor, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Program tersebut juga melatih kemampuan para peserta untuk memanfaatkan teknologi mulai dari yang paling sederhana, yakni membiasakan diri mengisi absensi digital hingga mengikuti kelas pembinaan secara daring.

Kemudian, pelatihan dilanjutkan dengan pemberian materi digital yang lebih kompleks, misalnya bagaimana membuat desain produk sederhana secara mandiri dengan menggunakan aplikasi desain, membuat materi promosi sendiri, hingga lebih menarik dalam hal pemasaran.

Setelah itu, para fasilitator mulai memperkenalkan aplikasi Krealogi oleh Du Anyam yang dapat membantu para UMKM wastra dan kriya agar memiliki manajemen produksi yang lebih mumpuni, sehingga pesanan diproduksi sesuai standar kualitas dan selesai tepat waktu.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rahmi Yati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper