Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Komitmen Bantuan China ke Afrika Turun 33 Persen

Presiden China Xi Jinping menjanjikan US$40 miliar kepada Afrika dalam pidatonya melalui video dalam acara Forum on China–Africa Cooperation (FOCAC) yang ke-8 yang digelar 3 tahun sekali di Senegal pada Senin (29/11/2021).
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 02 Desember 2021  |  01:45 WIB
Presiden China Xi Jinping melambaikan tangan di Beijing, China, 1 Juli 2021. China akan menyumbang dua miliar dosis vaksin dan 100 juta dolar untuk membantu negara-negara berkembang. - Antara/Reuters
Presiden China Xi Jinping melambaikan tangan di Beijing, China, 1 Juli 2021. China akan menyumbang dua miliar dosis vaksin dan 100 juta dolar untuk membantu negara-negara berkembang. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Janji China terhadap Afrika terkait dengan bantuan pendanaan turun untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir.

Dilansir Bloomberg pada Selasa (30/11/2021), Presiden China Xi Jinping menjanjikan US$40 miliar kepada Afrika dalam pidatonya melalui video dalam acara Forum on China–Africa Cooperation (FOCAC) yang ke-8 yang digelar 3 tahun sekali di Senegal pada Senin.

Angka tersebut turun hingga 33 persen dari komitmen pada 2018 sebesar US$60 miliar. Sebelumnya, China selalu menggandakan komitmen bantuannya kepada kawasan setiap tiga tahun sejak 2006.

Pembiayaan tersebut akan disalurkan melalui kredit kepada lembaga keuangan Afrika, investasi dari perusahaan China, pembiayaan perdagangan dan hak penarikan khusus dari Dana Moneter Internasional.

Chief Executive Officer konsultan Development Reimagined di Beijing, Hannah Ryder mengatakan janji FOCAC tidak mewakili kemunduran dari Afrika. Janji-janji itu mencerminkan bahwa China mendengarkan permintaan Pemerintah Afrika untuk jenis keterlibatan yang berbeda.

"[Ini adalah] semacam komitmen yang dibutuhkan dari mitra pembangunan,” ungkapnya, dikutip Rabu (1/12/2021).

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, China diserang kritik diplomasi perangkap utang dengan mengatakan tidak ada aset asing yang pernah disita oleh China untuk membayar kembali pinjaman China.

Awal pekan ini, media lokal melaporkan pemerintah Uganda berupaya mengubah perjanjian dengan China untuk menghindari kehilangan kendali bandara internasional satu-satunya. Namun, Beijing mengklaim langkah itu dibuat-buat.

Dalam beberapa dekade ke belakang, China telah dikenal sebagai kreditur internasional yang non komersial di mana bank kebijakan atau policy bank yang dimiliki Pemerintah China memberikan pinjaman yang lebih besar kepada negara-negara berkembang, dibandingkan dengan IMF dan Bank Dunia.

Aktivitas pinjaman yang dilakukan China menjadi subjek pengawasan internasional ketika pandemi menyebabkan beberapa negara menangguhkan pembayaran utangnya.

Dalam acara yang sama, Presiden Xi juga berjanji akan menyuplai vaksin Covid-19 sebanyak 1 miliar dosis untuk negara-negara di Afrika, seiring dengan kemunculan varian baru omicron.

Xi mengatakan 600 juta dosis akan didonasikan langsung dan sisanya akan diproduksi oleh China bersama dengan perusahaan di Afrika.

"Kita perlu mengutamakan manusia dan nyawanya yang dipandu dengan ilmu pengetahuan, mendukung penghapusan kekayaan intelektual pada vaksin Covid-19 dan memastikan aksesibilitas serta keterjangkauan vaksin di Afrika untuk menjembatani kesenjangan vaksinasi," ujar Xi dalam pidatonya.

Adapun dari sisi impor, Xi juga berjanji akan meningkatkan impor dari Afrika hingga US$300 miliar dalam 3 tahun ke depan, sebuah target yang sederhana.

Xi akan membuka jalur untuk produk pertanian dari Afrika, menyederhanakan prosedur karantina dan inspeksi, serta menerapkan tarif nol kepada produk dari Afrika.

Sama seperti pertemuan pada 2018, Beijing akan membebaskan negara-negara Afrika yang paling kurang berkembang dari utang pinjaman pemerintah China tanpa bunga yang jatuh tempo pada akhir 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china xi jinping afrika
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top