Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polana B Pramesti Akhiri Masa Tugas Sebagai Kepala BPTJ

Polana B Pramesti mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan per hari ini, 1 Desember 2021 sejalan dengan masa purna bakti sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 01 Desember 2021  |  20:56 WIB
Kepala BPTJ Polana B. Pramesti. - Istimewa
Kepala BPTJ Polana B. Pramesti. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Polana B Pramesti mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan per hari ini, 1 Desember 2021 sejalan dengan masa purna bakti sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Polana mengemban jabatan sebagai Kepala BPTJ sejak 28 Januari 2020 menggantikan Bambang Prihartono. Sebelum menjadi Kepala BPTJ, Polana menduduki jabatan sebagai Dirjen Perhubungan Udara periode 2018–2020.

Nama Polana memang sangat dikenal di sektor Perhubungan Udara. Sebab, sejak awal berkarir di Kementerian Perhubungan pada 1987, Polana juga pernah dipercaya menjadi jajaran direksi di PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai Direktur Teknik periode 2013–2018.

Meski begitu, Polana yang bergabung dan memimpin BPTJ pada masa yang sangat krusial, yaitu saat BPTJ sedang dalam posisi mengejar berbagai kegiatan mendesak dalam rangka implementasi Perpres Nomor 55/2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ), ternyata berhasil merealisasikan sejumlah kebijakan penting.

Padahal, di saat bersamaan terjadi pandemi Covid-19 yang menyebabkan perubahan mendasar di berbagai sektor kehidupan yang belum pernah dialami sebelumnya. Alhasil, juga terjadi berbagai perubahan lingkungan strategis yang berpengaruh besar terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi BPTJ.

Adapun, kebijakan penting yang berhasil terwujud di bawah kepemimpinan Polana adalah subsidi angkutan umum massal dari Pemerintah Pusat untuk wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) dalam bentuk skema Buy The Service (BTS).

Kebijakan itu diimplementasikan di Kota Bogor sebagai pilot project yang menghadirkan layanan angkutan umum massal dengan konsep Bus Rapid Transit (BRT) bernama BISKITA Trans Pakuan, yang diluncurkan pada 2 November 2021.

“Alhamdulilah, langkah kebijakan yang harus kami lakukan dapat terlaksana, meski tentunya di sana sini tetap ada kekurangan dan keterbatasan, semuanya itu karena koordinasi dan kerja sama yang baik di antara para pemangku kepentingan,” ujar Polana, Rabu (1/12/2021).

Meski terbilang sebentar, Polana menyebut bahwa masa baktinya di BPTJ cukup memberikan kesan mendalam. Menurutnya, koordinasi dan kerja sama dengan para pemangku kepentingan merupakan kunci utama agar pelaksanaan tugas di BPTJ dapat berjalan.

Dia mencontohkan, pada masa pandemi, BPTJ mau tidak mau harus meninjau ulang strategi pelaksanaan tugasnya.

Reformulasi tersebut menghasilkan 3 strategi yang meliputi menjamin ketersediaan layanan transportasi perkotaan dengan tetap menegakkan protokol kesehatan, meningkatkan pilihan aksesibilitas layanan transportasi perkotaan dengan tetap menegakkan protokol kesehatan untuk menjangkau sebanyak mungkin segmen masyarakat yang masih harus beraktifitas pada masa pandemi Covid-19.

Serta memprioritaskan langkah kebijakan untuk keberlanjutan peningkatan layanan angkutan umum massal di masa depan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPTJ-Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top