Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tindak Pidana Pajak Kembali Terkuak, Potensi Kerugian Negara Rp10,2 Miliar

Tersangka HI (39 tahun) diduga menerbitkan dan/atau menggunakan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi sebenarnya (TBTS) melalui PT BUL.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 23 November 2021  |  13:43 WIB
Tindak Pidana Pajak Kembali Terkuak, Potensi Kerugian Negara Rp10,2 Miliar
Karyawan beraktivitas di DJP, Jakarta. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menemukan dugaan tindak pidana perpajakan di Jakarta Selatan yang berpotensi merugikan keuangan negara Rp10,2 miliar.

Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Selatan I, Aim Nursalim Saleh menjelaskan bahwa pada Kamis (18/11/2021), pihaknya menyerahkan tersangka kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan melalui Polda Metro Jaya.

Tersangka HI (39 tahun) diduga menerbitkan dan/atau menggunakan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi sebenarnya (TBTS) melalui PT BUL. Tindak pidana itu diduga dilakukan pada kurun waktu 2011–2012.

"Wajib pajak sulit dicari untuk dimintai pertanggung jawabannya, kami berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, akhirnya bisa menemukan tersangkanya. Sekarang potensi kerugian negara Rp10,2 miliar," ujar Aim pada Selasa (23/11/2021).

Tersangka dikenakan Pasal 39A huruf a dan/atau Pasal 39 ayat (1) huruf d Jo Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Ketentuan Umum Perpajakan Jo Pasal 64 KUHP. Menurut Aim, tersangka sudah ditangkap dan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

Menurutnya, bukan hanya satu kasus tindak pidana perpajakan yang terjadi. Saat ini Kanwil DJP Jakarta Selatan I sedang memproses satu kasus lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana tersangka HI.

"Kasusnya masih terkait, dalam satu rangkaian. Istilahnya komplotan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak ditjen pajak kemenkeu Pidana Pajak
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top