Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mafia Tanah, Balik Nama Sertifikat Tanah Bisa Dibatalkan Jika Cacat Administrasi

Pemerintah dapat membatalkan proses balik nama sertifikat tanah yang dilakukan dengan cara tidak sesuai prosedur dan terdapat cacat administrasi.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 22 November 2021  |  12:51 WIB
Mafia Tanah, Balik Nama Sertifikat Tanah Bisa Dibatalkan Jika Cacat Administrasi
Penyerahan sertifikat tanah oleh Presiden Jokowi di Salatiga, Jateng, (25/9). - Kemensetneg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah dapat membatalkan proses balik nama sertifikat tanah yang dilakukan dengan cara tidak sesuai prosedur dan terdapat cacat administrasi.

R.B. Agus Widjayanto, Dirjen Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Kementerian ATR/BPN, mengatakan bahwa kasus mafia tanah yang menyentuh proses balik nama sertifikat harus dilihat apakah ada kekurangan atau cacat karena tidak melalui prosedur yang telah ditentukan.

Apabila terdapat kekurangan prosedur, maka akan disebut cacat administrasi, sehingga proses balik namanya bisa dibatalkan.

Ketika ada cacat administrasi, meskipun tahapan prosedur administrasi dilalui, tapi ternyata peralihan hak itu didasarkan kepada dokumen-dokumen yang diperlukan. Namun, dokumen tersebut ternyata ilegal atau tidak sah, sehingga perbuatan hukum jual belinya juga menjadi tidak sah,” katanya melalui keterangan resmi, Senin (22/11/2021).

Dia menuturkan, proses jual beli yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki kewenangan atas sebuah lahan juga bisa dikategorikan sebagai cacat hukum.

“Jual-belinya disebut cacat hukum atau yuridis ini bisa kami batalkan. Namun, untuk bisa kami kembalikan seperti keadaan semula, BPN akan meneliti apakah benar ada cacat di dalam administrasinya. Inilah yang sedang dibuktikan oleh Kepolisian,” ucapnya.

Agus menambahkan, peran Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sangat diperlukan dalam membuat akta jual beli untuk memastikan pihak-pihak yang melakukan transaksi tersebut benar-benar memiliki kewenangan.

PPAT, kata dia, merupakan kepanjangan tangan dari Kementerian ATR/BPN yang sudah mendapat kewenangan untuk membuat akta tanah.

“PPAT harus memastikan pihak-pihak yang akan melakukan transaksi ketika membuat akta jual beli, apakah mereka memang pihak yang berhak dan berwenang untuk melakukan transaksi jual beli. Para pihak yang melakukan jual beli itu harus bersama dihadapan PPAT ketika membuat akta, dibacakan aktanya. Dengan demikian, para pihak benar-benar yakin,” tuturnya.

Menurutnya, upaya memberantas mafia tanah memang memerlukan kepedulian dan pencegahan dari para pemilik tanah.

“Memang tidak mudah bagi BPN untuk mengantisipasi kalau diajukan balik nama. Perlu juga dari pemilik tanahnya melakukan upaya-upaya pencegahan, misalnya akan berikan kuasa, pelajari dulu dokumen surat kuasanya yang dibuat, serta jangan mudah menyerahkan sertifikat kepada orang lain,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mafia tanah kementerian atr/bpn
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top