Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CORE Ramal Realisasi PEN 2021 Bisa Capai Hingga 90 Persen di Akhir Tahun

Realisasi PEN tahun ini akan mencapai kisaran 85-90 persen dari pagu Rp744,77 triliun.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 12 November 2021  |  02:18 WIB
Pedagang merapikan kiosnya saat tidak beroperasi di Pasar Tasik, Tanah Abang (21/8/2021). Pemerintah terus mempercepat realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional 2021 yang diantaranya ditujukan untuk penyaluran bantuan dan insentif kepada pelaku usaha baik korporasi maupun UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. - Antara/Hafidz Mubarak A
Pedagang merapikan kiosnya saat tidak beroperasi di Pasar Tasik, Tanah Abang (21/8/2021). Pemerintah terus mempercepat realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional 2021 yang diantaranya ditujukan untuk penyaluran bantuan dan insentif kepada pelaku usaha baik korporasi maupun UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. - Antara/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Center of Reform on Economics (CORE) memperkirakan realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 akan lebih besar dari realisasi PEN 2020.

Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet mengatakan realisasi PEN tahun ini akan mencapai kisaran 85-90 persen dari pagu Rp744,77 triliun. Dalam hitungan Bisnis, nilai realisasi diperkirakan bisa mencapai kisaran Rp632,99 triliun sampai dengan Rp670,29 triliun.

"Secara tahunan [full] realisasi PEN berpotensi akan di atas realisasi PEN di tahun lalu dengan kisaran realisasi 85 sampai 90 persen," kata Yusuf kepada Bisnis, Kamis (11/11/2021).

Pagu anggaran PEN tahun ini pun sudah pernah ditambah. Sebelum adanya PPKM Darurat, pagu anggaran PEN 2021 mencapai Rp699,43 triliun, dan ditingkatkan menjadi Rp744,77 triliun guna penanggulangan penyebaran varian Delta.

Pada 2020, anggaran PEN seebsar Rp695,2 triliun, dengan realisasi akhir mencapai 82,83 persen atau senilai Rp575,8 triliun. Menurut Yusuf, realisasi PEN 2021 sudah relatif meningkat.

"Pada tahun lalu kita tahu melihat sampai dengan Oktober akhir realisasi PEN berada pada kisaran 51 persen terhadap total pagu anggaran. Padahal tahun ini kita tahu bahwa tahun ini pagu anggaran PEN relatif lebih besar jika dibandingkan tahun lalu," jelas Yusuf.

Akan tetapi, capaian penyerapan anggaran ini masih dinilai rendah. Faktornya masih mirip yaitu masalah administrasi. Menurut Yusuf, masalah administrasi sama-sama memengaruhi kluster anggaran yang sama yaitu kesehatan. Realisasi anggaran kesehatan PEN 2021 merupakan kedua terendah setelah dukungan UMKM.

"Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya? Untuk tahun lalu, masalah administrasi menjadikan beberapa serapan pos kesehatan ini relatif lamban. [Sedangkan] untuk UMKM, lambannya realisasi ini juga menujukkan saat ini beberapa pelaku usaha yang disasar dari bantuan ini belum membutuhkan bantuan ini," katanya.

Secara rinci, PEN 2021 meliputi lima kluster anggaran. Pertama, realisasi anggaran kesehatan telah mencapai Rp126,65 triliun atau 58,9 persen dari pagu Rp214,96 triliun.

Kedua, realisasi perlindungan sosial telah mencapai Rp132,49 triliun atau 72,4 persen dari pagu Rp186,64 triliun. Ketiga, realisasi program prioritas Rp72,59 triliun atau 61,6 persen dari pagu Rp117,94 triliun.

Keempat, dukungan UMKM dan korporasi Rp63,45 triliun atau 39,1 persen dari pagu Rp162,40 triliun. Kelima, insentif usaha Rp61,17 triliun atau 97,4 persen dari pagu Rp62,83 triliun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbn Pertumbuhan Ekonomi belanja pemerintah pemulihan ekonomi
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top