Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Power Targetkan 4 Proyek EBT Beroperasi Bertahap

Proyek tersebut terdiri atas 1 proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas 30 mw, 2 proyek pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 120 mw, 2 pembangkit hybrid berkapasitas 67 mw, 1 proyek co-firing 600 mw, dan 4 proyek pembangkit listrik tenaga mikro hidro berkapasitas 21,9 mw.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 11 November 2021  |  23:20 WIB
PLTA Saguling berperan penting dalam sistem kelistrikan Jawa Bali.  - Bisnis/Muhammad Ridwan
PLTA Saguling berperan penting dalam sistem kelistrikan Jawa Bali. - Bisnis/Muhammad Ridwan

Bisnis.com, BANDUNG — PT Indonesia Power tengah merampungkan empat proyek pembakit listrik yang bersumber dari energi baru dan terbarukan. Seluruh proyek itu ditargetkan untuk beroperasi bertahap mulai tahun ini dan 2022.

Manager of Business Development Planning and Controlling Indonesia Power Hedwig Lunga mengatakan dalam pipeline perseroan terdapat 11 proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga energi baru dan terbarukan (EBT) yang akan dikerjakan sampai dengan 2025. Dia menjelaskan, 11 proyek itu akan memiliki kapasitas terpasang sebesar 838,9 megawatt (MW).

Proyek tersebut terdiri atas 1 proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan kapasitas 30 mw, 2 proyek pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 120 mw, 2 pembangkit hybrid berkapasitas 67 mw, 1 proyek co-firing 600 mw, dan 4 proyek pembangkit listrik tenaga mikro hidro berkapasitas 21,9 mw.

Dia menuturkan, 4 PLTMH itu saat ini tengah memasuki tahapan konstruksi dan ditargetkan beroperasi dalam waktu dekat.

“Keempat proyek memiliki schedule COD 2021-2022,” katanya dalam paparan yang digelar di Bandung, Kamis (11/11/2021).

Direktur Utama Indonesia Power Ahsin Sidqi mengatakan pihaknya terus mengembangkan pembangkit-pembangkit yang berbasis pada EBT.

Dia menjelaskan, untuk pembangkit listrik yang bersumber dari tenaga air merupakan salah satu yang dapat diandalkan untuk menjamin pasokan listrik dan dengan biaya yang murah.

“Untuk PLTA  tetap diperlukan untuk keandalan sistem dan harganya murah karena energi primernya adalah hidro,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Ahsin, salah satu PLTA yang menjadi andalan adalah PLTA Saguling POMU berperan penting dalam sistem kelistrikan Jawa Bali.

PLTA tersebut memiliki kapasitas 700,72 mw dan berkontribusi sebesar 2,5 persen dari sistem Jawa-Bali yang memiliki total kapasitas 27.700 MW. Listrik dari PLTA Saguling disalurkan melalui gardu induk tegangan ekstra tinggi (GITET) Saguling dan diinterkonesikan ke jaringan se-Jawa dan Bali melalui saluran utama tegangan extra tinggi (SUTET) 500 kilo Volt (kV).

Selain itu, PLTA Saguling memainkan tiga fungsi utama yang diemban yakni sebagai baseload, stabiliser, serta mengurangi emisi karena menggunakan EBT.

"Fungsinya selain sebagai tambahan untuk menyuplai listrik di Jawa Bali juga mengamankan Jawa Bali apabila terjadi gangguan listrik," ujarnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit listrik energi terbarukan indonesia power
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top