Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Habiskan Stok Lama, RS Swasta Tunggu Bio Farma Tekan Biaya PCR

RS swasta menghabiskan stok reagen lama sembari menunggu Bio Farma menekan biaya produksi PCR.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 10 November 2021  |  09:12 WIB
petugas memeriksa sampel covid/19 di laboratorium PCR RSUD Sekayu. istimewa
petugas memeriksa sampel covid/19 di laboratorium PCR RSUD Sekayu. istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) tengah menghabiskan stok reagen lama seiring dengan penetapan harga eceran tertinggi atau HET pemeriksaan PCR yang dipatok di angka Rp275.000 hingga Rp300.000. Di sisi lain, ARSSI turut menantikan upaya PT Bio Farma (Persero) untuk menekan biaya reagen menjadi Rp89.100.

Sekretaris Jenderal ARSSI Ichsan Hanafi mengatakan asosiasinya mendukung komitmen Bio Farma untuk menekan biaya produksi pemeriksaan PCR dalam negeri. Alasannya, HET PCR yang dipatok mencapai Rp300.000 itu tidak dibarengi dengan standarisasi atau penurunan biaya produksi yang dikerjakan oleh rumah sakit dan laboratorium swasta.

“Kami masih menghabiskan reagen-reagen yang lama karena beberapa rumah sakit dan laboratorium masih ada reagen yang lama kita tetap mengikuti harga yang sudah ditetapkan pemerintah, kita tidak berhitung lebih atau tidak,” kata Ichsan, Selasa (9/11/2021).

Menurutnya, Komitmen Bio Farma untuk menekan biaya reagen itu dapat meringankan beban usaha yang dikerjakan oleh rumah sakit dan laboratorium swasta. Dengan demikian, dia meminta, komitmen itu dapat diikuti dengan kebijakan standarisasi harga komponen pembentuk pemeriksaan PCR tersebut.

“Paling tidak terbantu dibandingkan reagen kemarin hampir Rp180.000 sekian itu kan kalau sekarang turun cukup besar, ada [margin] lebihnya,” tuturnya.

Sebelumnya, PT Bio Farma (Persero) tengah mengajukan harga baru reagen tes PCR menjadi Rp89.100 (termasuk PPN) pada e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP. Adapun harga reagen yang berlaku saat ini masih di angka Rp193.000 (termasuk PPN) yang tayang sejak Februari 2021.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan pengajuan harga baru itu diharapkan dapat menekan biaya produksi di tengah pasar menyusul penetapan harga eceran tertinggi (HET) tes PCR yang dipatok sebesar RP275.000 hingga Rp300.000.

Honesti mengatakan Bio Farma tengah berfokus untuk meningkatkan kapasitas produksi reagen PCR sebagai salah satu komponen utama dari struktur biaya pemeriksaan PCR. Rencanannya, Bio Farma bakal meningkatkan kapasitas produksi reagen mencapai 5 juta tes setiap bulannya dari kapasitas tersedia saat ini di angka 2,4 juta tes per bulan.

“Kami berkeyakinan dengan semakin banyak suplai dalam negeri mungkin harga ini bisa kita turunkan ke level tertentu dan juga ada bisnis model yang berkembang sekarang antara pemilik mesin dan reagennya sendiri mungkin bisa menekan harga,” kata Honesti saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (9/11/2021).

Berdasarkan catatan perseroan sepanjang Agustus 2020 hingga Januari 2021, produksi Biocov (Singleplex) dengan kapasitas produksi yang masih terbatas mampu mendorong kompetitor untuk menurunkan harga reagen PCR di sekitar Rp400.000 sampai Rp800.000 per tes.

Bio Farma kemudian melakukan inovasi produk menjadi Biocov Multiplex yang meningkatkan permintaan pasar pada paruh pertama tahun ini.

“Mulai 13 bulan terakhir kita sudah mencapai 40,5 persen dari reagen utama yang digunakan dalam pengetesan nasional yang menurut data yang kami terima sudah sekitar 16 juta tes,” kata dia.

Adapun struktur harga reagen tes PCR milik Bio Farma mayoritas didominasi oleh biaya produksi dan bahan baku mencapai 55 persen. Selanjutnya 16 persen dihabiskan untuk biaya operasional, 14 persen untuk biaya distribusi termasuk di dalamnya margin untuk distributor, royalti 5 persen dan margin untuk perseroan sebesar 10 persen. Dengan demikian, harga reagen tes PCR milik Bio Farma setelah Oktober 2021 di posisi Rp90.000 (tidak termasuk PPN).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bio farma PCR
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top