Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terhambat Pandemi dan Cuaca, SKK Migas Kejar Penyelesaian Proyek Jambaran Tiung Biru

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas terus menggenjot pengerjaan proyek Jambaran Tiung Biru yang dikerjakan oleh PT Pertamina EP Cepu untuk bisa selesai akhir tahun ini.
Rig PDSI yang digunakan oleh Pertamina EP Cepu dalam proyek strategis nasional Jambaran Tiung Biru, Blok Cepu. Istimewa/Pertamina
Rig PDSI yang digunakan oleh Pertamina EP Cepu dalam proyek strategis nasional Jambaran Tiung Biru, Blok Cepu. Istimewa/Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas terus menggenjot pengerjaan proyek Jambaran Tiung Biru yang dikerjakan oleh PT Pertamina EP Cepu untuk bisa selesai akhir tahun ini.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan, pengerjaan proyek itu masih menyisakan tahapan konstruksi, pre-commissioning, dan commissioning. Menurut dia, pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap kemajuan proyek itu.

Julius menuturkan, pandemi Covid-19 juga berdampak terhadap terbatasnya tenaga kerja yang bisa diturunkan ke lapangan. Kendala cuaca juga menjadi salah satu faktor penghambat penyelesaian konstruksi saat ini.

“Progress sekitar 94 persen lebih, masih dan sedang diusahakan untuk bisa gas-in di akhir 2021 ini,” katanya kepada Bisnis, Rabu (3/11/2021).

Sebelumnya, Direktur Utama PEPC Awang Lazuardi menjelaskan, sinergi antarBUMN pada pengerjaan proyek pengembangan lapangan unitisasi gas Jambaran Tiung Biru (JTB) milik Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina diharapkan tetap solid walaupun dijalani di tengah masa pandemi Covid-19.

Dia menuturkan, banyak tantangan yang dihadapi proyek tersebut selama pandemi, tetapi pihaknya terus berupaya mengembangkan inovasi dan berkonsolidasi agar bisa menyelesaikannya.

“Saat ini realisasi proyek EPCC secara total telah mencapai 94,71 persen, dengan beberapa kegiatannya, seperti engineering telah mencapai target 100 persen,” ujarnya.

Awang menambahkan, pihaknya terus berupaya agar capaian-capaian penting tersebut terus ditingkatkan, meski di tengah situasi yang cukup menantang.

Adapun, proyek JTB yang diharapkan menjadi salah satu penghasil gas terbesar di Indonesia karena memiliki kapasitas produksi gas yang mencapai 192 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Sebanyak 100 MMscfd telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik milik PLN.

“Dengan capex proyek JTB yang mencapai US$1,5 miliar, pasokan gas dari JTB ke depannya akan memasok ketersediaan gas di Pulau Jawa yang cukup besar,” jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Lili Sunardi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper