Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Komoditas Naik, Industri Alat Berat Panen

Ketua Umum Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) Jamaludin optimistis target penjualan 6.000 unit alat berat sampai akhir tahun dapat tercapai dengan mudah.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 29 Oktober 2021  |  14:22 WIB
Pekerja melakukan perawatan alat berat articulate dump truck di workshop PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (25/9/2018).  - JIBI/Dwi Prasetya
Pekerja melakukan perawatan alat berat articulate dump truck di workshop PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (25/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) mencatat produksi sampai dengan kuartal III/2021 mencapai 4.584 unit. Jumlah itu telah melampaui capaian sepanjang tahun lalu sebesar 3.427 unit. 

Kinerja produksi alat berat yang moncer tak lepas dari pengaruh lonjakan harga-harga komoditas. Ketua Umum Hinabi Jamaludin optimistis target penjualan 6.000 unit alat berat sampai akhir tahun dapat tercapai dengan mudah.

"Peningkatan produksi memang sangat signifikan. Sehingga target 2021 di 6.000 unit bukan isapan jempol," katanya kepada Bisnis, Jumat (29/10/2021).  

Tahun depan, produksi alat berat diperkirakan tumbuh 30 persen atau mendekati tren 2018 yang melebihi angka 8.000 unit.

Jamaludin melanjutkan permintaan sepanjang tahun ini memang terhitung tinggi, bahkan dapat melampaui target 6.000 unit sampai akhir tahun. Namun demikian, pihaknya membatasi produksi karena terkendala ketersediaan pasokan komponen.

Sebanyak 40 persen hingga 50 persen pasokan komponen alat berat disuplai dari dalam negeri. Sementara, sisanya harus diimpor, salah satunya dari Jepang.

Produksi di dalam negeri terhambat jam kerja yang masih menerapkan work from home 50 persen. Sedangkan pasokan dari luar negeri masih terhalang kemacetan logistik akibat kelangkaan kontainer.

"Permintaan memang cukup banyak, tetapi terkendala dengan material availability dan juga tenaga kerja. Karena kami pun masih menerapkan WFH 50 persen," lanjutnya.

Berdasarkan catatan Hinabi, produksi sebesar 4.584 unit sampai dengan kuartal ketiga 2021 terdiri atas hydaulic excavator 4.232 unit, motor grader 57 unit, bulldozer 239 unit, dan dump truck 56 unit.

Sementara itu, data dari Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI) menunjukkan bahwa hingga Agustus 2021, penjualan alat berat di seluruh sektor mencapai 8.821 unit, meningkat 99 persen dari penjualan pada Januari-Agustus 2020, sebanyak 4.440 unit.

Peningkatan penjualan terbesar pada Januari-Agustus 2021 terjadi pada alat berat di sektor pertambangan yang mencapai 206 persen menjadi 3.062 unit, dari 1.001 unit di periode yang sama 2020.

Hal ini didorong oleh situasi harga batu bara dan nikel yang masih tinggi, serta perkiraan meningkatnya jumlah smelter nikel yang beroperasi. Kemudian, untuk alat berat di sektor kehutanan meningkat 84 persen menjadi 1.487 unit, sektor konstruksi naik 64 persen menjadi 3.449 unit, dan sektor agro sebesar 54,7 persen menjadi 823 unit.

Peningkatan penjualan terbesar pada Januari-Agustus 2021 terjadi pada alat berat di sektor pertambangan yang mencapai 206% menjadi 3062 unit, dari 1.001 unit di periode yang sama tahun 2020.

Ini didorong oleh situasi harga batubara dan nikel yang masih tinggi, serta perkiraan meningkatnya jumlah smelter nikel yang beroperasi. Kemudian, di untuk alat berat di sektor kehutanan meningkat 84 persen menjadi 1.487 unit, sektor konstruksi naik 64 persen menjadi 3.449 unit, dan sektor agro sebesar 54,7 persen menjadi 823 unit.

Selanjutnya, peningkatan produksi alat berat juga berpengaruh terhadap meningkatnya kebutuhan bahan baku, seperti plat baja maupun produk-produk komponen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur alat berat komoditas
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top