Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemendag Pastikan Stok Pangan Jelang Akhir Tahun Aman

Kementerian Perdagangan memastikan Kemendag akan memastikan realisasi impor dan kelancaran distribusi komoditas-komoditas terkait ke pasar agar tidak terjadi kekurangan pasokan di masyarakat.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 29 Oktober 2021  |  18:52 WIB
Pedagang daging sapi segar melayani konsumen, di  Pasar Modern, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/6/2019).  - Bisnis/Endang Muchtar
Pedagang daging sapi segar melayani konsumen, di Pasar Modern, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan memastikan pasokan barang kebutuhan pokok dalam kondisi aman menjelang akhir tahun. Sejumlah komoditas dilaporkan memiliki ketahanan sampai 6 bulan.

"Berdasarkan laporan dari asosiasi pelaku usaha pangan dan pantauan langsung Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, secara umum stok barang kebutuhan pokok dalam posisi aman dan tersedia 1 sampai 6 bulan dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan Natal dan Tahun Baru 2022," kata Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Isy Karim, Jumat (29/10/2021).

Isy mengatakan para pelaku usaha juga terus melakukan pengisian ulang stok sehingga ketersediaan bahan pokok terjamin, termasuk untuk komoditas yang didatangkan lewat impor.

"Khusus untuk komoditas yang sebagian pemenuhannya berasal dari impor, Kemendag telah  melakukan antisipasi sejak awal dengan menerbitkan izin impor kebutuhan bahan pokok yang pemenuhannya belum sepenuhnya dapat dilakukan dari dalam negeri," katanya.

Dia juga memastikan Kemendag akan memastikan realisasi impor dan kelancaran distribusi komoditas-komoditas terkait ke pasar agar tidak terjadi kekurangan pasokan di masyarakat.

Khusus untuk komoditas daging sapi, telah disetujui penambahan kuota izin impor daging kerbau untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi langsung dan industri pada periode Natal dan Tahun Baru 2022.

Adapun impor daging kerbau asal India oleh Perum Bulog telah terealiasasi sebanyak 54.180 ton. Sementara, impor daging sapi asal Brazil oleh PT Berdikari telah terealisasi sebanyak 3.472 ton.

Per 15 Oktober, stok daging sapi mencapai 46.800 ton dengan ketahanan 0,61 bulan. Impor daging kerbau untuk Agustus 2021 yang sempat direncana Perum Bulog berjumlah 13.720 ton dan daging sapi asal Brasil oleh PT Berdikari sebanyak 3.752 ton.

Sementara dari sisi harga, Isy mengatakan beras, gula, kedelai, tepung terigu, daging sapi, daging ayam,telur ayam, bawang merah dan bawang putih terpantau stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya

Komoditas yang mengalami kenaikan harga  dibandingkan dengan bulan lalu hanya minyak goreng curah, kemasan sederhana dan kemasan premium. Harga cabai-cabaian juga memperlihatkan kenaikan dibandingkan dengan bulan lalu.

Minyak goreng curah naik tercatat naik 9,86 persen menjadi Rp15.600 per liter, minyak goreng kemasan sederhana naik 6,80 persen menjadi Rp15.700 liter, dan minyak goreng kemasan premium naik 5,49 persen menjadi Rp17.300 per liter.

Adapun cabai merah keriting naik 18,02 persen menjadi Rp33.400 per kg, cabai merah besar naik 15,90 persen menjadi Rp32.800 per kg, dan cabai rawit merah naik 4,23 persen menjadi Rp39.400 per kg.

"Kenaikan harga cabai disebabkan oleh sentra-sentra produksi yang sudah memasuki masa akhir panen sehingga pasokan cabai menjadi berkurang. Harga diprediksi akan terus mengalami kenaikan," katanya.
Untuk pengendalian harga cabai, Isy mengatakan Kemendag terus bekerja sama dengan Kementerian Pertanian memantau potensi panen dan perkembangan harga cabai di daerah sentra-sentra produksi seperti Banyuwangi, Magelang, Boyolali, Garut, Blitar, Sukabumi, Wajo, Cianjur, Kediri, dan Tuban.

Terkait dengan minyak goreng, Kementerian Perdagangan telah berkoordinasi dengan asosiasi produsen minyak goreng nasional agar tetap menjaga pasokan minyak goreng di dalam negeri dalam rangka stabilisasi harga.

Surat kepada produsen minyak goreng nasional Nomor 311/PDN/SD/10/2021 telah dikeluarkan agar produsen tetap melakukan penyediaan minyak goreng kemasan di pasar ritel dan pasar tradisional. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan kementerian perdagangan bahan pokok
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top