Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Biaya Logistik Antarpulau Naik, Harga Beras dan Cabai Terdampak?

Kenaiakan biaya logistik antarpulai di Indonesia, diperkirakan berdampak pada harga pangan seperti beras dan cabai.
Buruh mengangkut karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (12/02/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Buruh mengangkut karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (12/02/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen komoditas pangan, termasuk beras dan cabai bersiap menghadapi dampak kenaikan biaya pengapalan kontainer antarpulau di dalam negeri.

Ketua Umum Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso mengemukakan belum menerima laporan soal adanya kenaikan biaya logistik antarpulau. Namun dia memperkirakan biaya sebagaimana dilaporkan bisnis pelayaran lambat laun akan berimbas ke beras.

Dia menjelaskan distribusi beras antarpulau masih berlangsung, mengingat masih ada daerah-daerah yang defisit pasokan beras.

“Sentra produksi seperti Sulawesi masih melakukan pengiriman ke Kalimantan dan Maluku. Kalau dari Sumatra biasanya ke Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Namun perlu dicatat bahwa perdagangan beras cenderung lesu tahun ini sehingga dampaknya perlu terus dipantau,” kata Sutarto, Minggu (24/10/2021).

Mengutip laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai Margin Perdagangan dan Pengangkutan (MPP), margin untuk komoditas beras pada 2020 sebesar 21,47 persen. Nilai ini turun 0,87 persen dibandingkan dengan MPP total pada 2019.

Angka ini mengindikasikan kenaikan harga beras dari produsen sampai ke konsumen akhir berdasarkan pola utamanya adalah sebesar 21,47 persen. Menurut provinsi, MPP total beras terendah terjadi di Sulawesi Tengah yaitu 6,09 persen dan tertinggi terjadi di Kepulauan Riau yaitu 27,12 persen.

Ketua Umum Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid menjelaskan kenaikan biaya logistik mulai dirasakan oleh petani yang melakukan pengiriman ke luar daerah. Sebagai contoh, pengiriman cabai dari Nusa Tenggara Barat ke Kepulauan Riau yang biasanya menyedot biaya Rp12.000 per kilogram, kini memerlukan biaya sampai Rp30.000 per kilogram.

“Akibatnya banyak yang memilih tak melakukan pengiriman jarak jauh. Mungkin untuk pulau terdekat atau lintas kota atau kabupaten saja,” kata dia.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan penyesuaian harga pada produk pangan olahan yang dikirim antarpulau berkisar 5 sampai 10 persen.

Namun dia mengatakan bahwa kenaikan ini tidak hanya dipicu oleh kenaikan biaya logistik dalam negeri, tetapi juga akibat dari naiknya harga bahan baku impor dan rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper