Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jawa Barat Paten Kali! Jadi Nomor 1 Favorit Investor Asing

Khususnya PMA, total FDI yang masuk ke Jawa Barat pada kuartal III/2021 adalah sebesar US$1,2 miliar.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (kanan) bertemu dengan Menteri Perindustrian Korea Selatan (Korsel) Sung Yun-mo di Seoul, Korsel, Kamis (12/11/2020)./Istimewa
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (kanan) bertemu dengan Menteri Perindustrian Korea Selatan (Korsel) Sung Yun-mo di Seoul, Korsel, Kamis (12/11/2020)./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut Jawa Barat merupakan daerah favorit tujuan investor untuk penanaman modal asing (PMA) atau foreign direct investment (FDI).

Bahkan, jika digabung juga dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Bahlil mengatakan Jawa Barat tetap menjadi daerah utama tujuan investasi di Tanah Air.

"Kalau total antara PMA dan PMDN digabung lokasinya itu tetap Jawa Barat. Memang Jawa Barat ini paten kali," kata Bahlil pada konferensi pers, Rabu (27/10/2021).

Khususnya PMA, total FDI yang masuk ke Jawa Barat pada kuartal III/2021 adalah sebesar US$1,2 miliar.

Bahlil mengatakan bahwa kecendrungan para investor baik dari dalam maupun luar negeri lebih tinggi untuk berinvestasi di Jawa Barat, dibandingkan dengan daerah lainnya di Jawa atau Luar Jawa.

Pada paparannya, BKPM mencatat total investasi yang masuk ke Jawa Barat pada kuartal III/2021 adalah Rp34,8 triliun atau 16,0 persen dari realisasi investasi Rp216,7 triliun.

Secara rinci, daerah tujuan favorit investasi setelah Jawa Barat adalah DKI Jakarta (Rp23,9 triliun); Jawa Timur (Rp18 triliun); Riau (Rp16,5 triliun); dan Banten (Rp14,2 triliun).

Adapun, Presiden Jokowi meminta Kementerian Investasi/BKPM untuk merealisasikan target investasi di tahun ini sebesar Rp900 triliun, lebih tinggi dari yang ditetapkan pada Rencana Strategis (Renstra) BKPM 2020-2024 sebelum mengalami perubahan nomenklatur menjadi Kementerian Investasi, yaitu Rp858,5 triliun.

Pada semester I/2021, realisasi telah mencapai Rp442,7 triliun atau 49,2 persen dari target Rp900 triliun. Kontribusi PMA dan PMDN seimbang masing-masing sebesar Rp228,5 triliun (51,6 persen) dan Rp214,2 triliun (48,4 persen).

Tidak hanya itu, sebaran penanaman modal dari periode Januari-Juni 2021 turut menunjukkan keseimbangan. Penanaman modal luar Jawa sebesar Rp228,2 triliun (51,5 persen) dan di Jawa sebesar Rp214,5 triliun (48,5 persen).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Dany Saputra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper