Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pabrik Semen Baru di Kalimantan Timur, Asosiasi Tagih Janji Kobexindo Cement

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) telah menentang pemberian izin produksi pabrik tersebut setidaknya sejak 2019. Saat ini, asosiasi berharap produsen anyar tersebut menaati perjanjian yang telah disepakati dengan pemerintah.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 18 Oktober 2021  |  18:45 WIB
Ilustrasi. Pekerja memindahkan semen untuk diangkut ke kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/2). - BISNIS.COm
Ilustrasi. Pekerja memindahkan semen untuk diangkut ke kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/2). - BISNIS.COm

Bisnis.com, JAKARTA – Walau ditentang berbagai pihak, industri semen kedatangan pemain baru di Kalimantan Timur, yakni PT Kobexindo Cement.

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) telah menentang pemberian izin produksi pabrik tersebut setidaknya sejak 2019. Saat ini, asosiasi berharap produsen anyar tersebut menaati perjanjian yang telah disepakati dengan pemerintah.

“Harus sesuai izin [produksi] yang diberikan, yakni berorientasi ekspor. [Penjualan semen ke pasar] dalam negeri hanya sekitar 10-15 persen,” kata Ketua ASI Widodo Santoso kepada Bisnis, Senin (18/11/2021).

Pabrik tersebut terletak di atas lahan seluas 822 hektare. Pengoperasian pabrik itu ditaksir akan menyerap investasi sekitar US$1 miliar–US$2,1 miliar oleh Hongshi Holdings, dan membuka lapangan kerja hingga 13.000 orang.

Bisnis mencatat, Hongshi Holdings juga memprediksikan bisa memproduksi 8 juta ton semen per tahun dan berkontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kutai Timur.

Berdasarkan data ASI, kapasitas terpasang pabrik semen di Kalimantan mencapai 5,8 juta ton pada 2020. Sementara itu, total konsumsi pada 2019 hanya mencapai 4,45 juta ton.

Dengan kata lain, telah ada kelebihan pasokan sebanyak 1,34 juta ton pada pulau tersebut. Sementara itu, utilisasi pabrikan di Pulau Borneo tidak mencapai level optimum lantaran harus bersaing dengan pabrikan semen lain yang memiliki pabrik penggilingan maupun pengemasan di sana.

Berdasarkan catatan Bisnis, ada empat pabrikan penggilingan maupun pengemasan di Kalimantan, yakni milik PT Semen Bosowa, PT Semen Tonasa, PT Cemindo Gemilang, dan PT Conch Semen Indonesia.

Adapun, Semen Bosowa dan Semen Tonasa merupakan dua pabrikan semen besar yang bersaing di Pulau Kalimantan. Hal tersebut disebabkan oleh kelebihan pasokan yang juga terjadi di Pulau Sulawesi.

kelebihan pasokan di Pulau Celebes mencapai 55,87 persen atau hingga 7,71 juta ton pada 2019. Hal tersebut disebabkan oleh kapasitas terpasang pabrik semen yang mencapai 13,8 juta ton, sedangkan konsumsi tahun lalu hanya mencapai 6,08 juta ton.

Selain itu, kebutuhan semen untuk pembangunan Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur hanya sekitar 1–1,5 juta ton per tahun. Dengan kata lain, proyek tersebut hanya akan mengurangi kondisi kelebihan pasokan di kedua pulau tersebut maksimum 7,5 juta ton per tahun.

Belum lama ini, PT PLN (Persero) telah melakukan Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik ke PT Kobexindo Cement. Adapun, PLN akan menyiapkan pasokan listrik hingga 50 megavolt ampere (MVA) ke pabrik semen hasil investasi dari Negeri Bambu tersebut.

Pasokan listrik yang andal dan berkualitas dari PLN diharapkan bisa menekan biaya operasional, serta meningkatkan produktivitas pabrik semen milik Kobexindo. Kerja sama itu tertuang dalam Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) antara PLN dan Kobexindo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pabrik semen asosiasi semen indonesia
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top