Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Tantangan, Tren Penurunan Ekspor Semen Berlanjut ke September 2021

Tren kontraksi volume ekspor semen nasional kembali berlanjut ke September 2021. Namun demikian, tren penurunan tersebut telah membaik dibandingkan dengan yang terjadi pada Agustus 2021.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 18 Oktober 2021  |  18:20 WIB
Ilustrasi. - Istimewa
Ilustrasi. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Tren kontraksi volume ekspor Semen nasional kembali berlanjut ke September 2021. Namun demikian, tren penurunan tersebut telah membaik dibandingkan dengan yang terjadi pada Agustus 2021.

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat volume ekspor semen per akhir kuartal III/2021 merosot sekitar 18 persen secara tahunan menjadi sekitar 963.000 ton.

Angka tersebut lebih baik sekitar 33,75 persen dibandingkan dengan realisasi pada Agustus 2021 sebanyak 720.000 ton.

“Sangat disayangkan ekspor [semen] sudah 2 bulan menurun karena ekspor ke China menurun tajam dengan adanya pengawasan ketat terhadap kapal-kapal ekspor dari Indonesia,” kata Ketua Umum ASI Widodo Santoso kepada Bisnis, Senin (18/11/2021).

Seperti diketahui, negara tujuan ekspor terbesar industri semen nasional adalah Banglades dengan porsi sebesar 50 persen dari total volume ekspor. Adapun, China merupakan negara tujuan ekspor kedua dengan porsi 13 persen.

Widodo berharap agar penangan Covid-19 di dalam negeri dan China dapat berjalan baik, dan perekonomian bisa pulih selambatnya di awal kuartal IV/2021. Hal tersebut penting agar arus ekspor ke Negeri Panda dapat kembali lancar.

Di samping itu, penurunan volume ekspor per September 2021 membuat total volume ekspor sepanjang Januari–September 2021 menjadi sekitar 9,26 juta ton. Angka tersebut naik 35,18 persen secara tahunan dari realisasi Januari–Agustus 2020 sebanyak 6,85 juta ton.

Widodo menargetkan volume ekspor hingga akhir 2021 dapat mencapai 11 juta ton atau naik 18,66 persen dari realisasi 2020 sebanyak 9,27 juta ton.

Dengan kata lain, industri semen nasional harus mengekspor sekitar 1,74 juta ton lagi, atau sekitar 580.000 ton per bulan hingga akhir tahun agar mencapai target tersebut.

Di sisi lain, konsumsi semen nasional hingga September 2021 telah mencapai 46,9 juta ton. Artinya, total penjualan industri semen nasional selama Januari–September 2021 mencapai 56,16 juta ton, atau naik 9,5 persen dari realisasi periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun, realisasi penjualan industri semen nasional per 2020 mencapai 72 juta ton, sedangkan pada 2019 sebanyak 76,44 juta ton.

Dengan kata lain, industri semen di dalam negeri harus menjual semen sebanyak 6,76 juta ton per bulan hingga akhir 2021 agar dapat kembali ke posisi pra-pandemi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen industri semen konsumsi semen
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top