Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos Standard Chartered: China Tidak Sebodoh Itu Biarkan Krisis Evergrande

Investor Evergrande masih harus dibuat gelisah dengan deretan obligasi dolar yang belum jelas dapat dibayarkan kuponnya. Namun, CEO Standard Chartered meyakini Pemerintah China tidak akan membiarkannya.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 13 Oktober 2021  |  10:38 WIB
Logo perusahaan China Evergrande di kantor mereka di Hong Kong pada 26 Maret 2018./Reuters - Bobby Yip
Logo perusahaan China Evergrande di kantor mereka di Hong Kong pada 26 Maret 2018./Reuters - Bobby Yip

Bisnis.com, JAKARTA - Chief Executive Officer Standard Chartered Plc., Bill Winters, mengatakan Pemerintah China tidak akan membiarkan guncangan Evergrande menciptakan krisis sistemik.

"[Kami] tidak memiliki kekhawatiran pada sektor properti. Anggapan [Evergrande] seperti Lehman moment bagi China, saya pikir China tidak sebodoh itu," kata Winters yang fokus pada kredit di Asia dalam wawancara bersama Bloomberg TV pada Selasa (12/10/2021). 

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan China tengah menghadapi trade-off dalam menangani kejatuhan dari permasalahan Evergrande, di mana pemerintah masih bingung apakah akan memangkas manfaat atau mencegah risiko.

Belum ada kejelasan bahwa Evergrande telah membayarkan bunga obligasi yang jatuh tempo pada 11 Oktober dari tiga obligasi dolarnya. Masih ada 30 hari untuk melakukan pembayaran sebelum dinyatakan gagal bayar atau default.

Selanjutnya, investor Evergrande juga masih harus dibuat gelisah dengan obligasi dalam negeri yang jatuh tempo pada 19 Oktober ketika 121,8 juta yuan (US$16,4 juta) dengan kupon sebesar 5,8 persen. Setelahnya, perusahaan juga masih harus membayarkan dua obligasi dolarnya pada 6 November.

Sekitar 81 saham perusahaan di bursa utama Hong Kong telah ditangguhkan selama tiga bulan atau lebih, menurut data bursa per 30 September. Sebagian besar dihentikan pada tahun 2021, termasuk China Huarong Asset Management -- manajer utang macet yang mengguncang pasar setelah penundaan laporan pendapatannya.

Batas waktu bunga obligasi dolar Evergrande:

Obligasi Dolar

Jatuh Tempo Kupon

Nilai (US$ juta)

EVERRE 8,25% due 2022

23 September

83,53

EVERRE 9,5% due 2024

29 September

45,17

EVERRE 9,5% due 2022

11 Oktober

68,8

EVERRE 10% due 2023

11 Oktober

42,5

EVERRE 10,5% due 2024

11 Oktober

36,75

TIANHL 13% due 2022

6 November

41,93

TIANHL 13,75% due 2023

6 November

40,56

Sumber: Bloomberg

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi china default standard chartered Evergrande

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top