Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Skandal Penyimpangan Data, AS Putuskan Tak Pecat Direktur IMF Kristalina Georgieva

Dilansir Bloomberg pada Selasa (12/10/2021), menurut seorang sumber anonim, keputusan tersebut diambil pada saat dewan musyawarah pada Senin.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 12 Oktober 2021  |  11:22 WIB
Kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington D.C., AS -  Bloomberg / Andrew Harrer
Kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington D.C., AS - Bloomberg / Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) tidak akan mendepak Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva setelah skandal data Bank Dunia untuk menolong China.

Dilansir Bloomberg pada Selasa (12/10/2021), menurut seorang sumber anonim, keputusan tersebut diambil pada saat dewan musyawarah pada Senin.

Kendati demikian, tuduhan yang menimpa Georgiva bakal tetap membayangi pertemuan tahunan kedua institusi. Sebelumnya, Georgiva telah menyiapkan dukungan dari Eropa, tetapi keputusan administrasi Biden telah menyelamatkan posisinya tetap memimpin IMF.

Nasib Georgieva berada dalam ketidakpastian sejak 16 September, ketika sebuah laporan yang ditulis oleh firma hukum WilmerHale dan ditugaskan oleh Bank Dunia. Laporan tersebut menunjukkan bahwa Georgiva menekan bawahannya untuk meningkatkan posisi China dalam laporan "Doing Business" yang berpengaruh.

Amerika sebagai pemegang saham terbesar, baik di IMF dan Bank Dunia, telah mengawasi secara serius kasus Gerogiva dan sempat berdebat untuk rencana pemecatan Georgiva. Pemegang saham utama lainnya menahan diri untuk tidak menyuarakan dukungan sambil menunggu hasil tinjauan internal IMF.

Dewan eksekutif yang terdiri dari 24 direktur yang merepresentasikan 190 negara anggota berdiskusi selama berjam-jam setelah berkomunikasi baik dengan WilmerHale dan Georgieva.

Sementara itu, Georgieva (68), yang menjadi Chief Executive Officer pada 2017-2019 tidak membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, laporan tersebut "tidak secara akurat mencirikan tindakan saya" atau "secara akurat menggambarkan karakter saya atau cara saya memimpin selama karir profesional yang panjang", berdasarkan sebuah pernyataan yang dibagikan dengan Bloomberg News.

Laporan itu juga memicu kritik baru tentang pengaruh China yang semakin besar di badan IMF dan Bank Dunia.

"Kelanjutan masa jabatan Georgieva sebagai kepala IMF akan melemahkan kredibilitas lembaga dan keputusan di masa depan akan diselimuti awan ketidakpastian," ungkap Perwakilan French Hill, seorang Republikan Arkansas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank dunia china amerika serikat imf

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top