Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biaya Kargo Laut Mencekik, Maskapai Didorong Layani Pengiriman Lewat Udara

saat ini tarif pengiriman barang ekspor melalui jalur laut mengalami peningkatan lima hingga sepuluh kali lipat dari sebelumnya, yaitu menjadi U$10.000 sampai US$20.000 per kontainer.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 08 Oktober 2021  |  14:47 WIB
Biaya Kargo Laut Mencekik, Maskapai Didorong Layani Pengiriman Lewat Udara
Ilustrasi - Aktivitas di sebuah pesawat kargo logistik. - Bisnis/Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia National Air Carrier's Association (INACA) dan Kamar Dagang Industri (Kadin) mendorong adanya alternatif pengiriman barang. Salah satunya dengan mengoptimalkan angkutan udara akibat adanya kendala pengiriman barang melalui jalur laut. 

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengatakan upaya alternatif tersebut juga sekaligus untuk mendorong kelancaran kegiatan ekspor di Tanah Air.

Denon yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Perhubungan Kadin Indonesia menjelaskan bahwa saat ini permasalahan yang dialami oleh para pengusaha adalah tidak bisa secara optimal mengirimkan barangnya melalui jalur laut. Hal ini dikarenakan masalah ruang kapal dan tingginya biaya pengapalan dari Tanah Air. 

"Oleh karenanya, saat ini kami mendorong para pengusaha mengoptimalkan jalur udara agar dapat melakukan kegiatan ekspornya. Dan kami telah melakukan pertemuan dengan para pengusaha maskapai, mereka siap membantu para eskportir," ujarnya, Jumat (8/10/2021) 

Dia juga menjelaskan dari data yang dimilikinya, pandemi Covid-19 berimbas kepada dunia pelayaran dan pelabuhan yang mengakibakan terganggu sumber daya manusia.

Kondisi ini pun mengakibatkan pelayanan di Pelabuhan jadi terhambat sehingga jumlah kapal berkurang dan perputaran kapal serta container menjadi sedikit. Hal ini berimbas juga kepada biaya kargo laut yang semakin tinggi.

Denon juga mengatakan dari diskusi yang dilakukan, pihaknya akan coba merumuskan apa saja yang harus dilakukan dalam situasi seperti sekarang  tanpa harus mengganggu mekanisme pasar. Dan salah satu altetnatif yang saat ini dapat dilakukan oleh para eksportir adalah mengirimkan barang melalui jalur udara. 

"Dalam diskusi tersebut dihadiri oleh para perwakilan maskapai, dari Garuda Indonesia, Lion Group, Air Asia, Sriwijaya Air dan lainnya. Setelah kami akan mencoba audiensi kepada Menteri Perhubungan, Bapak Budi Karya Sumadi untuk berdiskusi dan meminta dukungannya," jelasnya.

Denon berharap upaya yang dilakukan oleh Kadin Indonesia ini membuahkan hasil yang optimal sehingga dapat mempermudah para eksportir melakukan kegiatan usaha.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan pemerintah terus memfasilitasi para pelaku UKM agar dapat memperluas pangsa pasar ke pasar global atau ekspor.

Lutfi mengatakan saat ini tarif pengiriman barang ekspor melalui jalur laut mengalami peningkatan lima hingga sepuluh kali lipat dari sebelumnya, yaitu menjadi U$10.000 sampai US$20.000 per kontainer. Untuk itu, ia menyarankan pelaku UKM bisa juga memaksimalkan layanan udara yang saat ini masih sepi penumpang.

"Terkait tarif pengiriman ekspor jalur laut yang meningkat, kami memberikan usulan kepada para pelaku UKM, khususnya UKM yang mengekspor produk berukuran kecil atau ringan untuk beralih dari pengiriman jalur laut ke jalur udara. Hal ini mengingat adanya penurunan angka penumpang pesawat yang mengharuskan perusahaan penerbangan untuk tetap terbang dengan membawa muatan kargo,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kadin logistik kargo udara
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top